Bawa Sajam dan Sabu-sabu, MN di Cokok Polisi

0
166
SURABAYA, JUM’AT (24/04/2020) SINARPOS.CO.ID – Sekali ditangkap pria ini terjerat dengan dua pasal oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Semampir Polres Pelabuhan Tanjung Perak, lantaran terbukti membawa senjata tajam (Sajam) yang di selipkan pada pinggangnya usai beli Narkotika diduga kuat jenis sabu-sabu.
Diketahui pria tersebut adalah MN (40), warga Kampung Keplak RT.003, RW 003, Kel. Morombuh, Kec. Kwanyar, Kab. Bangkalan, tinggal di Jl. Dukuh Bulak Banteng, Kec. Kenjeran, Surabaya, ia di Cokok unit Reskrim Polsek Semampir di Jl. Tenggumung, Surabaya, pada Rabu (22/04/2020) sekira pukul 15.00 Wib.
Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus mengatakan, penangkapan pelaku bermula saat Polisi memperoleh informasi tentang adanya seorang pria yang membawa sajam dan Sabu-sabu melintas di Jl. Tenggumung, Surabaya.
“Untuk memastikan tentang adanya informasi tersebut, Anggota langsung gerak cepat lakukan penyelidikan di TKP, dan setelah mendapati pria dengan gerak gerik yang mencurigakan, Anggota langsung melakukan penggeledahan badan,” kata Aryanto.
Lanjut Ayanto, dari hasil penggeledahan badan pelaku, Anggota dapati 1 (satu) bilah pisau yang terselip pada pinggangnya dan tak hanya itu Anggota juga menemukan 1 (satu) Poket plastic kecil berisi Narkotika jenis Sabu-sabu di saku celana depan.
“Dengan adanya barang bukti, Anggota langsung melakukan penangkapan selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Semampir guna penyidikan lebih lanjut,” terangnya.
Dihadapan penyidik pelaku mengakui bahwa sajam tersebut miliknya digunakan untuk berjaga jaga karena ia kerap mengawal muatan ke Madura sedangkan Narkotika jenis sabu juga baru di belinya pada rekannya Iwan (DPO) seharga Rp. 100.000,- (seratus ribu).
Aryanto juga menambahkan, dari hasil barang bukti penangkapannya didapati 1 (satu) bilah sajam jenis pisau panjang dan 1 (satu) poket plastic klip kecil berisi narkotika jenis sabu seberat 0,42 gram.
“Guna mempertangungkan atas perbuatannya tersangka akan kami jerat dengan Pasal berlapis yaitu pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951,” pungkas Aryanto. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here