Gubernur Berikan Tunjangan Kehormatan Para Hafidz Hafidzah

1
96
Surabaya, Sinar Pos – Gubernur Jawa Timur (jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta para hafidz-hafidzah berkenan untuk mendoakan agar pandemi covid-19 yang saat ini terjadi segera berlalu.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa doa merupakan bagian dari ikhtiar untuk mencegah dan menghentikan penyebaran covid-19. Ia menyakini doa orang yang berpuasa akan dikabulkan.
“Maka mohon doa panjenengan agar kita semua selalu diberi kesehatan, keselamatan dan keberkahan serta mohon ditambahkan agar pandemi covid19 ini segera diangkat oleh Allah,” pinta Gubernur Khofifah saat memberikan sambutan pada acara pemberian tunjangan kehormatan bagi sekitar 4000 hafidz-hafidzah se Jawa Timur yang diwakili oleh 21 orang di Gedung Negara Grahadi, Rabu (22/4) sore.

Dirinya mengatakan, saat ini penyebaran covid-19 sudah menjangkiti hampir seluruh wilayah Jatim. Di Surabaya, penyebarannya sudah begitu masif dan signifikan.

“Surabaya sudah tiga puluh satu kecamatan semuanya sudah ada yang terkonfirmasi positif, Sidoarjo dari delapan belas kecamatan, empat belas kecamatannya positif, lalu Gresik dari delapan belas kecamatan, sebelas kecamatannya yang terkonfirmasi positif,” kata Khofifah.
Orang nomor satu di Jawa Timur ini menjelaskan, penyebaran covid 19 di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang masif dan signifikan menjadi dasar pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya. Oleh karenanya, hal tersebut akan membuat adanya aturan-aturan baru di wilayah Surabaya Raya terkait pembatasan aktivitas.
“Maka akan ada regulasi yang mungkin empat belas hari kedepan setelah ditetapkan akan ada pembatasan pembatasan tertentu di wilayah Surabaya Raya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, munculnya klaster baru di Temboro – Magetan yang teridentifikasi dari kepulangan 43 santri warga Malaysia dari Temboro, Magetan. Ia menyebut, virus ini dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Virus ini juga cepat menyebar jika orang yang terjangkiti tidak melakukan isolasi diri. Untuk itu ia berpesan agar semua orang diwajibkan memakai masker jika keluar rumah.
Gubernur juga menunjukkan sebuah video yang diambil dengan kamera 1/10.000 milimeter yang menggambarkan bagaimana droplet dapat begitu cepat menyebar dari orang positiv covid 19 yang bersin atau batuk.
“Jadi kalau ada pintu yang dibuka droplet bisa keluar karena terdorong oleh angin, jadi dia tidak ditularkan oleh angin atau AC tetapi bisa terdorong arah dari droplet tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Ustadz Ahmad Yudi selaku perwakilan dari para hafidz-hafidzah penerima tunjangan kehormatan menyampaikan terimakasih atas perhatian Gubernur Jawa Timur selaku Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia mengharapkan agar perhatian dan silaturrahmi seperti ini akan terus terjalin sehingga sinergi antara pemerintah dan para hafidz-hafidzah dapat terus terbangun.
“Terimakasih kami juga sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur yang telah berkenan memberikan tunjangan kehormatan untuk teman-teman hafidz-hafidzah, yang tentu saja tunjangan itu tidak hanya sekedar di sisi nominalnya yang kami perhatikan, tetapi justru bentuk perhatian dari Ibu Gubernur inilah yang begitu menyentuh hati kami,” ucapnya. (Nwi)

1 KOMENTAR

  1. ⁣⁣Dr pada di #dirumahaja dan ga ada kerjaan, apalagi gaada pemasukan tambahan? mending main game online aja di QQHarian (bisa cari\\/search di google) guys. selain bisa ngilangin rasa jenuh atau bosan dan juga bisa dapat tambahan penghasilan guys.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here