Mantan Narapidana Bukan “Sampah Masyarakat”

0
272
SURABAYA, KAMIS (16/04/2020) SINARPOS.CO.ID – Akui bahwa Pemuda Pancasila (PP) banyak membina mantan narapidana. Maka dari hal itu, Ormas yang biasa disebut kumpulan para preman menuturkan. “Ya biar sajalahlah apa kata orang yang tidak suka pada kami, saya anggap mereka tidak tahu tujuan kami membeni para anak anak mantan narapidana ini,” ungkap ketua bidang organisasi kaderisasi dan keanggotaan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Samsurin.
Pemuda Pancasila Kota Surabaya adalah organisasi masyarakat yang selama ini banyak melakukan pembinaan kepada para mantan nara pidana ,agar dapat berinteraksi kembali dengan masyarakat secara baik setelah mereka selesai masa pidananya.
“Berbagai program yang selama ini kami lakukan adalah dengan memberikan bekal pelatihan kepemimpinan dan bela negara serta bekerjasama dengan TNI -POLRI dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas),”
Dan setelah mereka mendapat bekal tersebut tak sedikit dari mereka bisa menjadi tokoh masyarakat di tingkat RT, RW di kelurahannya, dan banyak juga yang bekerja sebagai satuan pengamanan di beberapa perusahaan yang ada di kota surabaya. Bahkan banyak dari mereka juga menjadi pengusaha dan berwira usaha.
Selain itu Samsuri selaku ketua bidang organisasi kaderisasi dan keanggotaan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Samsurin mengatakan, Inilah yang kami maksud diantaranya dengan mengamalkan sila ke dua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradap.
“Perlakukan mereka seperti manusia maka perbuatan mereka akan menjadi manusiawi, jika mereka diperlakukan seperti sampah yang rasakan sendiri baunya akan mencemari kehidupan kita semua, jadi tergantung bagaimana kita menyambut baik setelah mereka lepas dari pembinaan di lapas,” Kata Samsurin.
Kalau pada saat sekarang ini peningkatan gangguan keamanan cenderung ada peningkatan dan ketertiban masyarakat banyak terganggu, tidak bisa dikatakan semua pelakunya adalah para mantan napi yang kemaren mendapatkan Asimilasi .
Menurutnya, pada saat di tengah – tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Banyak orang yang awalnya bekerja dan sekarang menjadi pengangguran, ini juga menjadi salah satu faktor orang bisa nekat melakukan kejahatan karena perutnya lapar.
“Jadi kami juga memberikan masukan kepada Pemerintah, agar memperhatikan dampak akibat orang yang dibatasi pergerakannya, yang biasa mencari nafkah tidak bisa mencari nafkah, kami harap Pemerintah memperhatikan mereka untuk mencari kebutuhan hidup sehari – harinya agar bisa dicukupi kebutuhannya,” jelas Samsurin.
Orang bisa melakukan kejahatan terhadap dirinya sendiri seperti bunuh diri, karena stress dan orang juga bisa berbuat kejahatan kepada orang lain karena keadaan yang memaksa akibat lapar.
Sejak di nyatakan Surabaya Zona merah pada bulan lalu, kami Pemuda Pancasila kota Surabaya membuka posko dibeberapa Kecamatan dan berkoordinasi dengan muspika untuk menjaga keamanan sekaligus melakukan baksos bagi bagi sembako dan penyemprotan disinfektan.
Samsurin juga menambahkan, Kami Pemuda Pancasila mengantisipasi ketika ada kelangkaan sembako dengan bekerja sama dengan bulog divisi regional surabaya, jadi kejahatan bukan saja orang tidak punya uang , tapi juga ketika mereka tidak bisa mendapatkan bahan pokok untuk kebutuhannya, orang juga akan nekat melakukan penjarahan .
“Insya Allah, kami menjamin bahwa mereka mantan narapidana yang dalam pembinaan kami, mereka tidak bakal melakukan kejahatan,” Pungkas Samsurin. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here