Pemkot Surabaya Jangan Manfaatkan Dana CSR dari Perusahaan Untuk Dapur Umum Di Balai Kota

0
410
SURABAYA, SENIN (13/04/2020) SINARPOS.CO.ID – Dana Corporate Social Responsibility (CSR) lebih bermanfaat disalurkan ke masyarakat yang terkena dampak langsung disetiap area perusahaan dimana usaha didirikan. Artinya itu untuk masyarakat.
“Tidak boleh Pemkot memanfaatkan situasi bencana wabah penyebaran covid-19 lantas membuka dapur umum menerima bantuan dari pengusaha pengusaha. Pakai uang (APBD) Kan lebih pas,” ungkap Ketua DPC PBB kota surabaya Samsurin.
Samsurin juga menjelaskan, Bantuan APBD, Sembako. Berjimbun jimbun di Balai Kota Surabaya itu untuk apa, semetara banyak masyarakat yang membutuhkan bahan pokok ketika pasar banyak yang tutup.
“Ini juga pengusaha mau carmut (cari muka) ke Walikota atau bagaiamana, kan sudah jelas kalau dana CSR itu untuk masyarakat yang terkena dampak , kalau peduli kemanusiaan ya salurkan kewilayah sekitar dimana pabrikmu berdiri,” Jelas Samsurin.
Menurutnya, kan lebih bermanfaat bantuan tersebut di salurkan langsung ke masyarakat yang kena dampak perusahaannya selama ini. Sumbangkan dan salurkan bantuanmu ke para karyawanmu juga, atau yang kamu rumahkan atau ter PHK, pada saat ini.
Banyak perusahaan yang tidak tepat sasaran membagikan CSR nya (Coorpotate Social Responbility), wajibnya. melibatkan tokoh masyarakat, RT , RW, LPKM , Kartar atau kelompok masyarakat di sekitar dampak, bukan malah berbondong bondong kirim bantuan ke balai kota. malah tertimbun disana, terus buat apa uang APBD kalau pemkot masih terima bantuan dari swasta.
“Lagian pemerintah daerah tidak boleh lho menerima dan mengelola CSR, kan kita tidak punya perda soal itu. Berarti ya tidak boleh pemkot menerima bantuan dari swasta,” tandasnya.
“Apalagi sekarang kota surabaya menerapkan Pembatasan Sosial Ber
skala Besar, orang di suruh tidak keluar rumah, kepedulian perusahaan perusahaan besar sangat dibutuhkan kehadirannya di tengah masyarakat yang terkena dampak covid-19,” Sambung Samsurin.
Samsurin juga menambahkan, saran saya maksimalkan lembaga di masyarakat setingkat Kelurahan. RT, RW, LPMK, Kartar, dll mereka sangat tepat diajak kerjasama oleh perusahaan perusahaan yang ada diwilayah tersebut untuk menyalurkan CSR nya, ini lebih cepat dan mengena sasaran.
“Contoh perusahaan jasa parkir pelabuhan di Surabaya, keluarkan CSR mu untuk para nelayan disekitarmu, perusahaan holding batu bara, terminal petik kemas, salurkan ke tenaga bongkar muat yang saat ini banyak tang nganggur, perusahaan pariwisata hotel dan tempat hiburan, pasti ada sekitarnya itu perkampungan, kasihkan CSR mu sebagai bentuk membantu pemerintah dalam pencegahaan wabah covid-19, banyak sekali perusahaan di surabaya ini yang bisa membantu masyarakat dalam kondisi krisis ekonomi saat ini,” pungkasnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here