Akibatkan Korban Tewas, Dua Residivis Jambret di Tembak Polisi

0
356
SURABAYA, SENIN (13/04/2020) SINARPOS.CO.ID – Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, terpaksa melumpuhkan kaki masing – masing dua pelaku pencurian dengan kekerasan jenis jambret di Jalan Indrapura, Surabaya, yang mengakibatkan korbannya tewas/meninggal dunia.
Kedua pelaku yang berhasil di tangkap yakni inisial BT (25), warga Dupak Pasar Baru, Surabaya dan RD (26), warga Jalan Genting Gg. 5 Surabaya, dan keduanya terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan cara menyarangkan timah panas pada kaki kedua pelaku tersebut.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP. Iwan Hari Purwanto didampingi Ipda Umam mengatakan, penangkapan pelaku bermula ketika pelaku melakukan aksi kejahatannya di Jalan Indrapura pada Jum’at (20/03/2020) sekira 16.00 Wib, yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.
“Korban terjatuh usai terjambret dan benturan keras di aspal mengenai kepala korban sehingga meninggal dunia setelah saat dilakukan perawatan di rumah sakit Dr. Soetomo, Surabaya,” Kata Iwan.
Setelah adanya kejadian tersebut Polisi langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil mengidentifikasi pelaku selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku pada Sabtu (11/04/2020).
“Ternyata pelaku merupakan residivis kambuhan, pelaku inisal BT pernah ditangkap pada 2018 karena kasus yang sama dan baru keluar penjara pada Februari 2020. Sedangkan pelaku inisial RD pernah ditangkap dua kali yaitu 2016 dan 2017 serta baru keluar penjara Agustus 2019,” terang Iwan.
Masih kata Iwan, disaat opsnal unit Jatanras melakukan penangkapan. Pelaku mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri.
“Terpaksa Anggota kami berikan langkah tindakan tegas terukur pada kaki kedua pelaku, sehingga pelaku tersungkur,” tandasnya.
Tak hanya itu, dari penangkapan kedua pelaku petugas berhasil menyita barang bukti 1 (satu) unit Sepeda Motor Yamaha Vixon warna putih sebagai sarana, 1 (satu) buah HP Samsung J6 milik korban, dan 1 (satu) buah dosbook, 8 (delapan) buah HP diduga hasil kejahatan pelaku.
Iwan juga menambahkan, Anggota dilapangan masih mencari rekan pelaku yang idenditasnya sudah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran.
“Kini kedua pelaku harus mempertanggungkan atas perbuatannya dan bakal kami jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here