Warga Keluhkan Keberadaan Tambak Udang di Lahan Bakau Desa Cupat

0
295
BANGKA BARAT, SINAR POS – Ternyata keberadaan perusahaan tambak udang yang saat ini telah berdiri di Desa Cupat, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat banyak menimbulkan keluhan dari warga.
setelah sebelumnya warga sempat melakukan penolakan terhadap sebuah perusahaan tambak baru. yang akan menggunakan lahan bakau untuk tempat pengambilan air, warga juga mengeluhkan bau dan gatal yang ditimbulkan oleh perusahaan tambak lainnya.
Hal ini diutarakan oleh Hendi, (33) salah seorang Anggota BPD Desa Cupat ketika ditemui wartawan dikediamannya pada sabtu sore (21/03/2020).
Saat ditemui, Hendi mebenarkan cerita tersebut, “Kalau terkait bakau, setelah di protes oleh warga akhirnya tidak jadi digunakan, warga takut jika nanti terjadi erosi nantinya, apa lagi jumlah warga yang melakukan penolakan itu bukan sedikit, puluhan orang warga” ujar Hendi.
Hendi menambahkan, Setelah itu
Pihak perusahaan berjanji untuk tidak merusak bakau, dan berjanji akan mengambil air dari luar bakau, dengan cara menyedot airdari laut. Sayangnya Hendi mengaku tidak mengetahui apa nama perusahaan tersebut, karena perusahaan tersebut tidak melakukan pemasangan papan nama perusahaan.
Sementara terkait keluhan warga perihal air limbah yang diduga berasal dari perusahaan tambak milik CV. Cahaya Samudera Bangka, yang menyebabkan rasa gatal serta bau tak sedap, Hendi tak menampik jika hal tersebut juga terjadi.
“Iya memang benar, ada laporan warga terkait bau serta rasa gatal yang mereka alami, yang diduga diakibatkan oleh air limbah dari tambak tersebut, namun sayangnya warga tidak melapor secara resmi ke pihak desa, sehingga kita agak terkendala untuk memanggil pemilik tambak tersebut,” tambah Hendi.
Ketika dihubungi, terkait status lahan bakau tersebut, pihak KPHP Rambat Menduyung, Meliyadi mengatakan, lokasi berdirinya tambak tersebut merupakan lahan Areal Penggunaan Lain (APL), tetapi untuk memastikannya, pihak KPHP akan mengecek langsung kelapangan.
“Kemungkinan itu lahan APL (Areal Penggunaan Lain) tapi nanti kita turun kelapangan untuk melakukan pengecekan,” Ujar Ketua Meliyadi.
Sayangnya kepala Dinas Penanaman modal pelayanan perizinan terpadu satu pintu tenaga kerja dan transmigrasi (DPMPPTSPTKT) Rosdjumiati ketika dihubungi Melalui Pesan Whatsapp, Maupun telepon seluler, terkait perizinan perusahaan tersebut belum memberikan jawaban (RIZAL RAHIF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here