Enam Parpol Tawari Rekom Asal Barra Bacabup Tapi Kyai Asep Memilih Berakhlaq

0
256

Foto : Prof.DR.KH.Asep Syaifuddin Chalim, MA saat memberikan tausiyah dalam acara Tahlil dan Pengajian Akbar PC.Muslimat NU Kabupatan Mojokerto di Institut KH. Abdul Chalim, Ahad 15 Maret 2020 pagi Bendunganjati-Pacet-Mojokerto.

Mojokerto (Sinar Pos) – Usai gelaran Tahlil dan Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh PC. Muslimat NU Kabupaten Mojokerto dengan mengambil tempat di Kampus Institut KH. Abdul Chalim Bendunganjati Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Para pengurus PC dan PAC Muslimat setiap kecamatan serta para undangan dan awak media dipersilahkan oleh Kyai Asep untuk masuk ke Gedung Guest House guna santap siang.

Hadir dalam Tahlil dan Pengajian Akbar yang digelar pada Ahad, 15 Maret 2020 tersebut ribuan jamiyah Muslimat NU yang menurut catatan panitia sekitar tiga belas ribu orang. Dengan mengambil tema “Penguatan Perempuan Berkualitas, Mandiri, dan Berintegritas di Era Digital 4.0” giat yang dlenggararakan oleh PC.Muslimat NU Kabupaten Mojokerto itu menghadirkan pembicara Ust.Yusuf Mansyur dari Jakarta dan Dra.Hj.Khofifah Indar Parawansa, MSi. Gubernur Jawa Timur, yang juga sebagai Ketum PP Muslimat.

Ceramah Ust.Yusuf Mansyur benar-benar hidup dan menarik. Semua para jamaah seolah terbius ikut aktif dalam tausiyah beliau. Memang disamping penyampaian beliau yang menarik ditambah lagi pilihan materi yang disampaikan sungguh mengundang simpati.

Beliau mengajarkan, yakinlah dengan keyakinan yang kuat dan sungguh-sungguh bahwa segala keinginan kita atau keperluan kita pasti akan tercapai, pasti akan terwujud dengan dua syarat saja. Pertama sebagai isi dari kalimat “Allah Allahu Rabbuna Lanusyriku Bihi Syaia”, yang artinya Allah Tuhanku, tidak ada sekutu bagiNya dengan sesuatupun. Kalimat itu diulang-ulang oleh Ustad ditirukan oleh para jamaah dengan serempak. Filosofinya dimana saja kamu berada dan dalam kondisi apapapun Tuhanmu hanya satu yaitu Allah saja. Dimana saja Tuhanmu hanya Allah tiada yang lainnya.. Bawa Allah dimana saja. Tuhanmu bukan uang, jabatan, pimpinan, istri, kekuasaan, citra, sanjungan dll. Cuma Allah saja Tuhanmu. Bawa Allah.
Kedua harus ngomong. Harus mengucap dan ngomong kepada Allah saja. Minta kepada Allah saja. Katakan yang kamu mau dengan sungguh-sungguh. Sampaikan kepada Allah.
Gubernur Jatim berhalangan hadir diwakili Arjo. yang menyampaikan permohonan maaf.

“Gubernur sekarang, sedang melakukan rapat membahas tentang wabah virus Corona (Covid 19), dimana penyebarannya sudah sampai seluruh dunia,” ungkapnya.
Dia juga menghimbau, agar tidak usah takut, tetap tenang, namun tetap waspada. “Semoga dengan acara tahlil kubro ini, kita dijauhkan dari wabah virus Covid 19, untuk seluruh daerah Jatim,” harapnya.
Selesai santap siang di gedung guest house Kyai Asep mengadakan press conference yang dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik maupun online.

Kyai Asep mengaku sudah ditawari rekom dari enam parpol tanpa mahar. Asal Gus Barra jadi Cabup atau calon M1 nya bukan Cawabup. Tetapi dengan rasa hormat Kyai asep tidak dapat menerimanya. Karena mendahulukan akhlaq, atau berakhlaq. Bagaimana mungkin sejak awal Gus Barra sudah siap membantu menjadi Bacawabub dari Ikfina sebagai Bacabupnya lalu kemudian dingkari. Ini namanya kan tidak bermoral atau tidak berakhlaq. Bermoral dan barakhlaq itu penting sebagai modal menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa, adil dan makmur. Tanpa akhlah yang baik mustahil terwujud pemerintahan yang baik.

Masalahnya sebenarnya bukan kepada Gus Barra sebagai Cawabup atau Cabup. Buat apa sih jadi Bupati atau Wakil Bupati karena rasanya tidak butuh itu, hidup sudah lumayan mapan dan punya perusahaan. Tapi yang penting adalah menciptakan pemerintahan yang bersih tanpa korupsi. Pemerintahan Mojokerto yang tidak ada jual beli jabatan, tidak ada fee atau suap meyuap proyek atau pengurusan perijinan. Mewujudkan Mojokerto yang maju, adil, makmur dan sejahtera rakyatnya. Sebagaimana yang disampaikan Kyai Asep dalam konferensi persnya.

Oleh sebab Ikbar punya tujuan yang baik, yaitu Mojokerto yang maju, adil dan mkmur. Juga kesejahteraan rakyat Mojokero. Mewujudkan pemerintahan yang tidak ada jual beli jabatan, fee-feean sehingga kwalitas proyek dimanipulasi. Maka Kyai Asep akan turu langsung kampanye pemenangan IKBAR tidak hanya sampai di kecamatan-kecamatan saja bahkan akan turun kampanye sampai di RT-RT. Demikian lanjutan apa yang disampaikan Kyai Asep dalam wawancaranya tersebut di atas.
Lebih jauh Kyai Asep menegaskan, Insyaallah Ikbar akan mampu mendapatkan rekom dari beberapa partai dengan hitungan sementara ini 22 kursi DPRD. Yaitu dari PPP 5 kursi, Nasdem 3 kursi dan Hanura 2 kursi. Selanjutnya dari Demokrat 5 kursi, PKS 4 kursi dan Gerindera 3 kursi. Dengan partai lainnya PKB, Golkar, PDIP dan PAN serta PBB diupayakan melakukan komuniksi yang lebih intensif.

Khusus untuk PPP, Kyai Asep juga menegaskan bahwa rekom sudah semestinya jatuh ke Ikbar. Kan sudah dilakukan konvensi melalui Rapimcab. Hasilnya Ikbar 14 dam Yoni 4. “Kalau sampai Rekom PPP jatuh kepada Pasbalon yang lain saya menyesal . Saya akan marah. Saya akan buka kemana-mana tabiat buruk Pimpinan PPP. Termasuk protes ke DPP PPP Jakarta. “ Anak saya Barra dihina itu namanya”, pungkas Kyai Asep. (ifa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here