Bupati Nyatakan Siaga Darurat Corona, Perayaan Hari Jadi Kab. Kediri Terpaksa Batal

0
54

KEDIRI SINAR POS – Seiring Instruksi Presiden terkait penanganan dan pencegahan meluasnya wabah Corona (Covid 19) Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan status siaga darurat bencana.

Bupati Kediri Dr. Hj. Haryanti Sutrisno kepada wartawan siang tadi. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dr. Bambang Triyono Putro sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengatakan bahwa Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1216, terpaksa dibatalkan karena akan berpotensi penumpukan ribuan massa yang beresiko penyebaran corona.

Bupati menyampaikan penetapan status siaga darurat ini untuk menentukan langkah terbaik penanganan yang akan diambil pemerintah daerah.

“Mulai hari ini kami menyatakan status siaga darurat bencana Covid-19. Pemerintah telah membentuk gugus tugas untuk penanganan ini, jadi masyarakat tak perlu khawatir,” kata Haryanti, Senin 16 Maret 2020.

Sejumlah agenda penting Pemerintah Kabupaten Kediri terpaksa dibatalkan. Salah satunya adalah puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1216. “Pelaksanaan peringatan hari jadi tak bisa dilakukan dalam kondisi siaga darurat. Sebab acara tahunan yang digelar Pemkab Kediri ini akan menyedot ribuan peserta dan penonton dari berbagai daerah,” ungkapnya.

“Kami terpaksa membatalkan pentas seribu penari yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Bagaimana lagi, keselamatan warga harus diutamakan,” tambah Haryanti.

Pemda Kediri memastikan penanganan serius wabah Corona di Kabupaten Kediri ini, Haryanti memastikan kesiapan seluruh tenaga medis dan sarana kesehatan yang ada. Bupati juga mengklarifikasi kabar terinfeksinya dua warga Kediri yang disebut-sebut terpapar Corona sebagai berita tidak benar. Menurut Haryanti, dua pasien yang sempat diobservasi itu hanya mengalami flu biasa.

Sedangkan biaya penanganan wabah ini, pemerintah daerah akan menalangi dari dana tak terduga APBD Kabupaten Kediri. “Kita talangi dulu, mestinya ini menjadi tanggung jawab pemerintah pusat,” katanya.

Sebagai bentuk antisipasi, bupati juga menghimbau masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan menjaga kebersihan. Diantaranya dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kontak fisik dengan orang lain.

Pemkab juga telah meliburkan aktivitas sekolah mulai hari ini hingga tanggal 29 Maret 2020. Pengelola lembaga pendidikan non formal juga diminta mengikuti himbauan ini.

Sebaliknya, untuk aparatur sipil negara diminta tetap bekerja seperti biasa untuk melakukan pelayanan publik. Meski dalam situasi darurat, pemerintah akan tetap memberlakukan presensi sidik jari.

Dengan kesiapan yang diambil pemerintah ini, masyarakat diminta untuk tidak panik. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Jika ada pertanyaan seputar wabah ini, bisa mengunjungi website Dinas Kesehatan di www.dinkeskedirikab.go.id, atau hotline 081217191800 (AD/KM/LH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here