SUDAH LANGKA, MASKER DI LAMONGAN HARGANYA NAIK 4 KALI LIPAT

0
186

LAMONGAN|SINARPOS.CO.ID- Kelangkaan masker juga terjadi di Lamongan. Sejumlah apotek di Lamongan mengakui stok masker kosong karena memang ketiadaan barang.

Salah satu apotek di Lamongan, Apotik Awam, mengakui jika stok masker di apotiknya sudah kosong. Elyn, Kepala Apotik Awam Elyn mengatakan sudah beberapa waktu lalu stok masker di apoteknya kosong.
“Mulai kosong beberapa waktu lalu saat mulai muncul virus corona itu,” kata Elyn kepada wartawan, Selasa (3/3/2020).

Elyn menyebut beberapa merek masker yang biasanya dicari pembeli adalah masker dengan merk Sensi. Elyn menambahkan selain keberadaannya yang mulai langka, harga masker juga mengalami lonjakan yang signifikan hingga 4 kali lipat dari harga normal.

“Yang paling dicari ya Sensi punya Onemed, tapi barangnya juga sudah nggak ada. Pas masih awal itu harganya masih standar, Rp 22.500, kalau sekarang ini mencapai Rp 90.000 harganya,” terang Elyn.

Salah satu distributor peralatan kesehatan di Lamongan, Heri Cahyono juga mengakui langkanya masker tersebut. Selain tingginya konsumsi masker di tingkat pengecer, imbuh Heri, kelangkaan masker juga disebabkan adanya ekspor masker ke Cina.

“Kalau informasi yang kami terima, katanya diekspor ke Cina,” ujarnya.

Diakui Heri, sejak merebaknya wabah Virus Corona, pihaknya memang kesulitan mendapatkan masker untuk didistribusikan ke sejumlah klinik dan puskesmas di Lamongan.

“Kalau waktu kondisi normal, dalam 1 bulan bisanya sekitar 10 karton, kalau begini kita datangkan 1 karton aja sudah susah,” akunya.

Salah satu warga Lamongan yang juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan masker tersebut adalah Hanif. Hanif mengaku sudah keliling ke sejumlah apotek di Lamongan untuk mencari masker namun kosong.

“Sudah cari di beberapa apotek tapi habis,” kata Hanif saat ditemui di depan salah satu apotek di Lamongan.

Kabag Prokopim Lamongan Arif Bachtiar mengatakan, untuk stok masker di Dinkes dan Puskesmas cukup tersedia. Namun, masker yang ada di Dinkes dan Puskesmas tersebut bukan untuk diperjualbelikan tapi untuk penanganan kesehatan.

“Yang ada di Dinkes dan Puskesmas itu untuk penanganan kesehatan, yang berarti untuk petugas dan pasien,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Arif, Pemkab Lamongan mengimbau apotek-apotek di Lamongan yang masih tersedia masker untuk membatasi penjualan dalam jumlah besar.

“Membatasi penjualan dalam jumlah besar ini sekaligus untuk mengedukasi masyarakat untuk menggunakan masker di saat diperlukan,” pungkasnya.(AND/PR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here