Polres Bangkalan Ungkap 20 Kasus dan Amankan 25 Tersangka Dalam Satu Bulan

0
197

BANGKALAN, MADURA JAWA TIMUR KAMIS (27/02/2020) SINARPOS.CO.ID – Kapolres Bangkalan AKBP. Rama Samtama Putra S.I.K., M.Si., M.H., gelar konferesi pers di halaman Mapolres Bangkalan ungkap 20 kasus dalam satu bulan dan berhasil mengamankan 25 tersangka yang terdiri dari pengedar maupun sebagai pengguna narkotika jenis sabu.

Kapolres Bangkalan AKBP. Rama Samtama Putra S.I.K., M.S.i., M.H., mengatakan, dari hasil ungkap yang dilakukan, jajaran Sat Resnarkoba berhasil mengamankan barang bukti berupa 45,02 Gram Narkotika jenis sabu, 2 (dua) butir inex, 5 (lima) unit kendaraan roda dua, 19 (sembilan belas) buah alat hisap atau bong, 14 (empat belas) unit Hand Phone dan serta uang tunai senilai Rp. 1.710.000,- (+ATM).

“Barang bukti puluhan paket sabu dan pil extasy ini, kami sita dari 25 tersangka yang keseluruhan dari 13 tersangka merupakan pengedar dan 12 tersangka merupakan pengguna,” ungkapnya.

Masih kata Kapolres, dari 20 kasus, lanjutnya, merupakan bentuk laporan dari masyarakat kepada jajaran Sat Resnarkoba Polres Bangkalan.

“Setelah mendapat laporan, Sat Resnakoba segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan,” terangnya.

Anggota jajaran Sat Resnarkoba Polres Bangkalan melakukan pemeriksaan, dari 20 kasus dalam satu bulan, ada dua kategori, yaitu terkait 13 tersangka merupakan pengedar dan 12 tersangka merupakan pengguna.

Kapolres Bangkalan AKBP. Rama Samtam Putra S.I.K., M.Si., M.H., mengatakan, ada dua pasal yang disangkakan pada ke 25 tersangka dan 13 tersangka yang di yakini sebagai pengedar, yakni melanggar Pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yang diamankan terdiri dari pengguna dan pengedar, tentu pasal yang akan diberlakukan pun berbeda, serta ancamannya bagi pengedar yaitu hukuman mati dan bagi pengguna paling lama 20 tahun penjara,” ujarnya.

Lantut Rama, juga akan memetakan beberapa hal dari hasil pemeriksaan dan evaluasi terkait ungkap kasus tersebut. Apakah para pengguna ini terpaksa menggunakan barang haram tersebut untuk menunjang pekerjaan mereka atau ada kebiasaan dan tren baru di wilayah hukum Polres Bangkalan.

Menurutnya, untuk tren narkoba di wilayah hukum Polres Bangkalan berdasarkan hasil ungkap dalam satu bulan.

“Tapi sebenarnya ini adalah atensi dari kapolri untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Sementara ini, Bangkalan menjadi tempat transit perederannya narkoba serta obat – obatan terlarang,” pungkasnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here