SEMBUNYI KAN SABU DI PLAFON RUMAH, WARGA LAMONGAN DI TANGKAP POLISI

0
107

SINARPOS.CO.ID|LAMONGAN – Nasib apes dialami ML (30) warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran Kab. Lamongan. Untuk menutupi aksinya sebagai pengedar sabu, ML nekat menyimpan puluhan klip sabu di atas plafon rumahnya. Namun aksinya terendus Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan.
ML ditangkap setelah salah satu penggunanya ditangkap polisi. Pengembangan dilakukan hingga menyebut nama pelaku. Polisi langsung melakukan penangkapan. Semula ML mengelak. Namun akhirnya polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Polisi melakukan penggeledahan setiap inci ruangan rumahnya. Hingga akhirnya, polisi menemukan barang bukti yang disembunyikan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini.

ML menyimpan barang haram tersebut di dalam kotak yang berisi 14 klip plastik narkotika jenis sabu, masing-masing dengan berat kotor 0,18 gram.

“Tersangka pengedar ini semula mengelak ketika ditanya, tapi polisi kemudian menggeledah rumah tersangka dan mendapati sabu di dalam sebuah kotak di atas plafon rumah,” kata Kapolres Lamongan AKBP Harun di Mapolres Lamongan, Senin (3/2/2020).

“Tersangka pun tidak bisa berkutik ketika polisi berhasil mendapatkan bukti dan pelaku mengaku kalau barang-barang tersebut adalah titipan,” tambah Harun.

Dikatakan oleh Harun, selain berhasil menangkap Laek, Satreskoba Polres Lamongan juga menangkap 8 orang pengguna dan pengedar sabu-sabu lainnya dari 6 kasus yang berhasil diungkap petugas. Terhitung, kata Harun, selama 1 bulan ini ada 13 perkara narkoba berhasil dibongkar dan puluhan tersangka diamankan berikut barang buktinya.

Ke 8 pemakai dan pengedar yang berhasil diamankan selain ML adalah MS(33) warga Desa/Kecamatan Ploso, Jombang, AP (27) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran, TTS (31) dan MB (27) keduanya warga Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, HR (43) warga Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, EH (53) warga Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, MS (39) warga Jalan Andansari, Kecamatan Lamongan dan UL (26) warga Desa Kranji, Kecamatan Paciran.

“Dari tangan para pelaku ini, polisi berhasil mengamankan puluhan klip pastik sabu-sabu yang siap edar dan juga sejumlah pipet dan alat hisap serta timbangan dan alat komunikasi,” tuturnya.

Harun menegaskan, para tersangka yang sudah berhasil diamankan petugas ini akan dijerat dengan pasal 112 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 dan paling lama 12 tahun dan denda Rp 8 miliar.

Dia mengungkapkan, ada kecenderungan para tersangka pengguna dan pengedar memutus mata rantai sang pemasok alias bandar. Harun juga memastikan tidak pantang menyerah dan akan terus memberantas barang haram ini hingga ke tingkat bandar.

“Kami mengajak semua semua elemen masyarakat untuk berperan membentengi Lamongan agar tidak menjadi wilayah subur peredaran narkoba karena Lamongan dikenal sebagai kota santri sehingga harus bersih dari peredaran segala jenis narkoba,”
tandas Harun.(ZAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here