Kasus Dugaan Anak Kiai Cabuli Santri, AKS Tuntut Lawan Kekerasan Seksual Di Kab.Jombang

0
724

Jombang, Sinar Pos – Menyikapi adanya dugaan kasus pencabulan di kota santri Jombang yang dilakukan oleh pelaku berinisial MSAT (39) tahun, asal Desa Losari Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang pada anak didiknya yang saat ini sedang ramai di media massa maupun media sosial.

Para aktivis yang berasal dari 9 (sembilan) organisasi yang tergabung dalam “Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual” (AKS-LKS) adakan konferensi Pers, kecam dan lawan aksi kekerasan seksual. Rabu, (04/12/2019).

Para aktivis tersebut berasal dari WCC Jombang, KPI Jombang, FATAYAT NU Jombang, GUSDURIAN Jombang, GMNI, HMI, LAKPESDAM Jombang, NARISHAKTI dan Front Santri Melawan Kekerasan Seksual.

Proses hukum kasus pencabulan ini sedang dalam proses penyidikan yang dibuktikan dengan adanya SPDP yang dikirim Polres Jombang kepada Kejaksaan Negeri Jombang. Pada tanggal 12 November 2019, dengan Nomor B/175/XI/RES.1.24/2019/Satreskrim.

Sembilan anggota Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual bertekad untuk mengawal kasus ini dan mendukung penuh Polres Jombang untuk menjalankan proses hukum.

“Kami dari Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual, mendorong dan mendesak penegak hukum untuk segera menindaklanjuti proses ini,”ujar Palupi P. ( Sekjen Aliansi ).

“Kasus kekerasan seksual bukan hal yang patut ditoleransi, mengingat hal ini merupakan kejahatan terhadap martabat perempuan sebagai manusia, sehingga segala bentuk upaya untuk mendamaikan kasus kekerasan seksual merupakan sebuah langkah mundur dalam penegakan hukum. Maka dari itu, kami dari aliansi memberikan dukungan kepada Polres Jombang, Untuk segera melanjutkan proses hukum tersebut, Menolak adanya upaya – upaya penyelesaian kasus ini di luar proses hukum dan aliansi kota santri lawan kekerasan seksual akan terus mengawal keseluruhan proses hukum yang berlangsung,” ungkapnya bersama para aktivis kepada sejumlah wartawan.
(rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here