AKP.A.Risky Fardian Caropebeka, SIK Proses Satpas SIM Polres Jombang Terintegrasi Sistem FIFO

0
102

Jombang, Sinar Pos

Layanan pembuatan SIM yang nyaman. teratur, tertib, transparan, dan bebas pungli jadi dambaan setiap orang.

Untuk itu, Satpas SIM Polres Jombang terus berupaya meningkatkan sistem pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, terutama di Kabupaten Jombang.

Setelah mendengar kabar terkait penggunaan Smart SIM, Satpas SIM Polres Jombang mulai melayani pembuatan Smart SIM, baik SIM baru maupun SIM perpanjangan.

Pada Satpas SIM Polres Jombang yang terletak di Jalan Brigjen Kretarto, No.10, Weru, Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419 telah dilengkapi dengan sistem First In First Out. (FIFO). Sebab, data peserta terkoneksi dalam sistem online pelayanan terpadu di Satpas SIM pusat di Korlantas Polri.

Dengan sistem FIFO ini, seluruh informasi seperti jumlah pemohon SIM yang hadir, pemohon yang lulus dan tidak, serta jumlah PNPB akan diketahui secara langsung (real time).

Satpas SIM Polres Jombang yang terdiri dari ruang tunggu, ruang registrasi, ruang foto dan identifikasi, ruang pencerahan, ruang uji teori, kantor, dan ruang pelayanan lainnya.

Kasat Lantas Polres Jombang, AKP. A. Risky Fardian Caropebeka, SIK menjelaskan tentang syarat pembuatan SIM.

” Syarat pembuatan SIM yang pertama adalah persyaratan usia, untuk SIM A pemohon harus berusia 17 tahun. Untuk pemohon BI dan BII harus berusia 20 tahun, SIM C dan D berusia minimal 16 tahun dan SIM umum paling tidak berusia 21 tahun. Syarat berikutnya adalah kelengkapan berkas berupa KTP asli dan fotokopi (4 lembar), serta Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter. Jika sudah melengkapi persyaratan itu, kemudian isi formulir permohonan SIM disertai fotokopi KTP. Selanjutnya, ikuti ujian teori,” jelasnya

Lanjut A. Risky, kalau sudah lulus ujian teori, maka pemohon berhak mengikuti ujian praktik sesuai dengan jenis SIM yang ingin didapat. Misalnya, untuk SIM A, pemohon harus mengikuti ujian praktik dengan mobil yang sudah tersedia. Jika lulus dalam ujian teori dan praktik, pemohon akan dipanggil untuk pembuatan SIM.

“Pemberlakuan Smart SIM sudah mulai dicetak sa’at ini tampil dengan banyak kelebihan. Diantaranya bisa untuk E-Money di isi saldo maksimal Rp 2 juta dari ATM maupun minimarket, atau melalui bank yang sudah ditunjuk yaitu BNI, BRI dan Mandiri. Kemudian Smart SIM tersebut juga dapat dijadikan sebagai alat transaksi, seperti pembayaran tol elektronik (E-Tol), hingga mencatat data forensik pemiliknya. Di dalamnya ada kartu chip, dimana chip tersebut menyimpan data elektronik pemiliknya mulai dari identitas kependudukan sesuai E-KTP, hingga data forensik pengemudi, serta data pelanggaran lalu lintas. Jadi nanti kalau pengemudi melakukan pelanggaran lalu lintas, itu tercatat pada chip kartu dan server kita. Jadi saya menghimbau kepada masyarakat agar dengan sadar diri membuat SIM sebagai kelengkapan surat-surat berkendara anda, baik roda dua maupun roda empat,” pungkas AKP. A. Risky Fardian Caropebeka, SIK. (rud/ff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here