Polisi Tangkap Dua Pengedar Pil Dobel L Di Lapangan Jogoroto

0
7886

Jombang, Sinar Pos

Unit Reskrim Polsek Jogoroto telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) pelaku pengedar Narkoba jenis pil double L di lapangan Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Rabu, (06/11/2019).

Masing-masing pelaku berinisial MMU alias Gondol als. Piyek bin Parlin, (26) asal Dusun Padar Lor, RT/RW 01/01, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

DPL als Ugik als. Bogel bin Ami Lugito, (31) asal Dusun Cermenan, RT/RW 08/01, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Dua pelaku yang bekerja sebagai buruh bengkel sepeda motor dan buruh gudang rosokan tersebut tidak berkutik saat dilakukan penangkapan oleh unit Reskrim Polsek Jogoroto

Kapolsek Jogoroto AKP. Bambang SB, SH dalam keterangannya mengatakan, sekira jam 20.30 wib, Unit Reskrim Polsek Jogoroto mendapati seseorang yang mencurigakan. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap PR als Bogel, asal Jalan Mbah Thoyibah, Desa Mojoduwur, RT/RW 02/02, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Ditemukan barang bukti berupa : 1 (satu) bungkus grenjeng rokok berisi 8 (delapan) butir Pil LL dan 1 (satu) bungkus grenjeng rokok berisi 4 (empat) butir Pil LL.

“Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka MMU als. Gondol als. Piyek bin Parlin, dengan barang bukti berupa : 1 (satu) buah bekas bungkus rokok gudang garam Surya 12 berisi 19 (Sembilan belas) bungkus grenjeng rokok berisi masing-masing 8 (delapan), total 152 (seratus lima puluh dua) butir Pil LL dan 1 (satu) bungkus grenjeng rokok berisi 4 (empat) butir Pil LL, uang tunai sebanyak Rp. 100,000,- (seratus ribu rupiah) dan 1 (satu) Unit Hp Oppo R1011 Warna Putih. Adapun barang bukti Pil LL tersebut didapatkan dari tersangka DPL als. Ugik als. Bogel bin Ami Lugito dan pada saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa : 1 (satu) Unit Hp Samsung Galaxy Grand Prime, warna Putih, beserta SIM Cardnya,” ungkap AKP. Bambang SB, SH

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan guna proses lebih lanjut. Setelah dilakukan gelar perkara, kasusnya layak untuk disidangkan. Kemudian untuk tersangka melanggar dalam Pasal 196 UU RI. No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (rud/ff).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here