KEDUK BEJI SALAH SATU AGENDA TAHUNAN DISPARPORA NGAWI

0
41

Ngawi,- Sinar Pos

Masyarakat Tawun dan warga Ngawi berbondong bondong untuk menyaksikan acara ritual sakral tahunan Keduk Beji yang dilaksanakan di area taman pemandian wisata Tawun masuk desa tawun kec. Kasreman kab. Ngawi.

Acara yang rutin tiap tahun digelar ini dikemas berbeda dengan tahun sebelumnya.Suyanto kabid kebudayaan disparpora ini menjelaskan bahwa salah satu budaya asli bumi ketonggo ini sengaja tampil beda guna memikat pengunjung baik wisatawan lokal maupun luar daerah.
“yang jelas ini momen yang sangat tepat karena bertepatan dengan hari kemerdekaan RI yang ke-74 merupakan bulan kemerdekaan bagi bangsa indonesia, terangnya”.

Tambahnya guna mendongkrak potensi budaya lokal, maka dengan adanya keduk beji diharapkan tradisi tradisi yang ada di kabupaten Ngawi juga ikut terangkat dan tidak akan merubah tradisi dan punah di telan budaya digital sekarang.
Terkait kearifan lokal yang ada di kab. Ngawi bisa terangkat dan tidak punah di gerus bertambahnya zaman, “tandasnya.

Ony Anwar wakil bupati Ngawi yang hadir dilokasi ritual sakral Keduk Beji mengharapkan agar terus dilestarikan.
Kita harapkan semua elemen masyarakat harus melestarikan terutama warga desa tawun.Tradisi Adiluhung yang perlu dilestarikan yang pertama mengajak seluruh warga desa Tawun senantiasa mencintai alam dengan menjaga sumber mata air ini. Maka kehidupan ini termasuk bagaimana kita konsisten merawat menjaga sumber mata air itu sendiri jadi prosesinya seremonial Keduk Beji ini yang pertama membersihkan sendang dilingkungan Tawun supaya airnya bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat desa Tawun kususnya.

Upaya pemkab Ngawi untuk melestarikan agar tidak punah yang setiap tahun mengupayakan kegiatan budaya tradisi Keduk Beji ini supaya semarak dan meriah sehingga esensi dari kegiatan Keduk Beji ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Munculnya kegiatan ekonomi kreatif banyak warung warung dan seterusnya bisa meningkatkan perekonomian mereka sebagai dampak yang diusahakan oleh pemerintah daerah setiap tahunya lebih semarak dan lebih baik lagi. Kegiatan ini diupayakan lebih semarak sehingga banyak wisatawan pengunjung yang datang ketawun mengetahui keberadaan Taman Wisata Tawun. Sementara tradisi keduk beji sendiri selalu digelar pada hari selasa kliwon atau setiap panen raya selesai.

Prosesi upacara adat ini diawali warga desa Tawun berkumpul di sumber dan ritual dimulai dengan melakukan pembersihan kotoran dengan mengambil sampah dan daun daun yang mengotori sumber mata air beji yang berada di desa Tawun.

Supomo selaku sesepuh desa Tawun dan selaku juru selam mengatakan upacara Keduk Beji ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan adat budaya penduduk desa tawun sejak jaman dulu yang tujuanya untuk membersihkan sumber Beji dari kotoran supaya sumber air tidak pernah surut.

Menurutnya inti dari ritual Keduk Beji terletak pada penyimpanan kendi yang berisi air legen ke dalam gua yang terdapat di dalam sumber Beji dan kambing Kendit makanya pada 1952 Taman Wisata Tawun dibuka. (ADV No3r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here