Memahami UU ITE Berada Didalam Genggaman Generasi Penerus Bangsa

0
125

Surabaya,- Sinar Pos

Universitas Kartini Surabaya mengadakan seminar yang di hadiri oleh nara sumber Kompol Agung Pribadi,SH Subdit V Siber Kanit 1 Polda Jatim dan Rohman Hakim,SH.MM.MH.S.Sos dari  organisasi advokat Lawyer & Legal terhadap Seminar Nasional Peran Milineal Dalam Memahami UU ITE dan melawan Penyebaran Berita Hoax ( Bohong ).

Menurut Kompol Agung Pribadi Dihadapan para Mahasiswa/wi Kartini menerangkan , untuk saat ini di dunia maya banyak sekali yang menjadi tersangka adalah ibu-ibu rumah tangga dan kalangan masyarakat yang kurang memahami UU ITE.
Bahkan Agung menjelaskan terkait Ciri-Ciri Berita Hoax yaitu , berita tidak jelas sehingga tidak bisa dimintai pertanggung jawaban, Pesannya sepihak hanya membela atau menyerang saja, memanfaatkan fanatisme dengan nilai-nilai ideologi atau agama untuk menyakinkan, Judul yang di tampilkan Provokatif isi atau Linknya minta dishare atau di viralkan.
Kenapa Hoax menyebar ? Karena Hoax ada fenomena bubles atau gelembung dalam penggunaan media sosial atau Medsos yang cenderung berinteraksi dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sangat dengan diri sendiri bahkan Isu Hoax paling banyak di bidang, Sosial Politik, Sara,Kesehatan, Provokasi, Agitasi, Propaganda.
Dimana penyebaran Hoax dengan tujuan Hanya sekedar lelucon atau Humor, Iseng, untuk mengisi waktu luang agar memperoleh kepuasan batin atau bahkan hobi, ingin terkenal  mendapatkan banyak like like teman, materi ( uang ) karena ada dugaan penyebar Hoax sebagai marketing industri dimana dengan kreatif mereka membuat Hoax dengan bantuan Ekonomi sebagai Produsen Hoax akan menikmati suatu keuntungan atau upah kerja yang melatar belakangi keberadaan informasi adanya peluang memperoleh keuntungan ekonomi melalui Followers sebagai pengguna sosial merupahkan sukarelawan yang sejalan dan memiliki kepentingan kebencian yang sama otomatis kemungkinan besar melakukan Like ,Comment dan Share.
Cara kita dalam memberantas Berita Hoax dan meminit tindakan  hukum , ada trik trik lain walaupun Pelan Tapi Pasti yaitu kita bekerja sama dengan  tokoh tokoh masyarakat , sering memberikan sosialisasi ke masyarakat terutama di wilayah pelosok pelosok dimana masyarakatnya Yang tidak memahami berita Hoax dan UU ITE.” Tutur Kompol Agung dihadapan Mahasiswa Kartini.
Dasar hukumnya penebar hoax akan dikenakan KUHP, Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008.

Menurut  Rohman Hakim SH,MH Ssos MM ketua organisasi advokat Lawyer & Legal mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh Mahasiswa Kartini, sangat mendukung sebagai bentuk pencerahan bagi kalangan mahasiswa sebagai penerus bangsa, dalam menyikapi transaksi percakapan di dunia maya. Selain itu, masih banyak para mahasiswa dan masyarakat  yang belum mengetahui tentang produk hukum UU ITE.

Sebagai Mahasiswa harus cerdas dalam menggunakan media sosial. Karena, media sosial ini ada bentuk positif dan negatif,” ujarnya.

Penyuluhan yang dilakukan pihaknya menerangkan kepada Mahasiswa untuk mengetahui kebenaran saat menerima broadcast sebelum menyebarkan kembali kepada orang lain. Pasalnya selama ini berita hoaks tersebar berdasarkan kecepatan daripada kebenarannya.

“Para mahasiswa harus tahu juga dampak dari menyebarkan isi informasi yang diterima sebelum disebarkan. Karena, kalau isi informasi yang disebarkan positif akan berdampak manfaat yang sangat baik. Namun kalau isi informasi itu tidak benar. Penyebarnya akan mendapatkan jeratan hukum. Kenapa bisa terjadi? Karena minimnya pemahaman aturan hukum .

Dimana  cara bijak menggunakan internet itu, bagaimana para pengguna internet bisa menggunakan internet itu untuk yang positif dan bermanfaat. Sehingga, perlu pemahaman

“Banyak berita hoaks yang setiap tahun meningkat. Sangat mengapresiasi kepada para mahasiswa Universitas Kartni Surabaya yang melakukan seminar  UU ITE. Dikarenakan penyuluhan tersebut sangat bermanfaat untuk mahasiswa .

Kita jadi tahu soal hukuman jika menyebarkan berita bohong dan pesan-pesan yang bersifat memancing kebencian, akan mendapatkan hukuman yang tinggi dan denda yang cukup besar,” tandasnya.

Harapan  Rohman kepada Mahsiswa , Generasi muda adalah generasi penerus Bangsa dan calon pemimpin Bangsa agar menjadi Generasi Milioner yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan hukum maka pemahaman dan motivasi belajar hukum yang baik dan benar serta bangga akan menggunakan media sosial yang benar dan baik , pemikiran yang Positif , kedepannya kita akan bekerja sama dengan Polda Jatim rencana dengan Kopertis melalui Safari Hukum se Jawa Timur. ” tutur Rohman .

Selaku Wakil Dekan dari Universitas Kartini yaitu Poernomowati,S.H., M.M., M.H mengatakan ,” Bahwa Seminar Ini merupahkan agenda rutin setiap mahasiswa semester akhir untuk mengadakan seminar nasional pengganti  KKN.

Agar wawasan mahasiswa semakin luas dan bisa menyampaikan kepada masyarakat terutama pada ibu-ibu rumah tangga sebagai mahasiswa kalau bisa jangan hanya S1 saja tetapi kalau bisa mencari Ilmu yang lebih tinggi yang nantinya sebagai generasi bangsa yang bermanfaat dan berguna untuk negara Indonesia. ” Ucap wakil dekan.

Acara Seminar Ini sangat di dukung oleh Mahasiswa Universitas Kartini salah satunya Farid Mahasiswa Semester Akhir , memang kita Membuat Seminar Nasional ini sebagai Pengganti KKN karena Mayoritas  Mahasiswa di sini Kebanyakan Bekerja pada intinya bekerja sambil kuliah, insyaallah setelah Lulus nanti saya akan membagikan ilmu yang saya dapatkan agar bermanfaat bagi masyarakat.tutur Farid kepada wartawan.( Sri Rahayu )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here