Puluhan Kali Beraksi, Dua Residivis Curanmor Dibekuk Polsek Wiyung

0
88

Surabaya, 24/6/2019 Residivis kasus Pencurian kendaraan Bermotor (Curanmor), yakni Ibrahim (26), dan Apriz (24), kembali harus mendekam di sel tahanan lantaran kedapatan kembali beraksi melakukan aksi pencurian sepeda motor di jalan AKBP Aguscik, Palembang.

Kedua warga jalan Sei Gerong Kelurahan Kampung Bali Kecamatan Mariana Banyuasin ini, dibekuk oleh unit Pidana Umum (Pidum) dan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polresta Palembang, saat hendak melakukan aksi pencurian.

Kapolsek Wiyung Kompol Rasyad menjelaskan tersangka ini sudah berulangkali ditangkap polisi dengan kasus yang sama. “Tersangka diamankan usai dimassa warga saat beraksi di parkiran toko bangunan mitra 10, Wiyung,”terangnya saat di Polsek Wiyung,(24/06/19).

Kronologis kejadiannya berawal dari Jumat (21/06/19), sekitar pukul 7.30 wib, kedua tersangka Wafat dan Musni, berangkat dari Sampang, Madura, berniat menghadiri hajatan sambil mencari sasaran. Selanjutnya, keduanya berboncengan dengan motor Honda beat L 4748 VB warna merah putih, menuju Wiyung, Surabaya.

Ketika sampai di Wiyung, keduanya berputar putar menemukan sasaran lokasi pencurian di toko Mitra 10, jalan Menganti Babatan 447, surabaya. Melihat, keramaian sepeda motor masuk ke dalam area toko. Sekitar pukul 12.30 wib, pelaku turun dan melihat motor sasaran dan berbekal kunci T, pelaku beraksi. Honda Vario 125 hitam nopol L 3124 KZ, membuka pengaman kunci menggunakan magnet kemudian memasukkan kunci leter T, kedalam lubang rumah kunci, langsung memutar dalam hitungan detik, posisi motor on. Dan sekitar 5 meter, ketahuan pihak security diteriaki maling maling dikejar tetap kabur, berusaha melarikan diri hingga berhasil ditabrak dari arah samping sampai jatuh, tersangka kabur meninggalkan motor curian, lari dan tetap dikejar security ditendang roda belakang hingga terjatuh ditangkap masyarakat dan pengguna jalan ramai ramai memukuli tersangka dan selanjutnya dibawa ke Polsek Wiyung untuk diproses hukum.

Saat diperiksa di ruang pemeriksaan, tersangka Wafar, mengaku melakukan ini karena kebutuhan hidup. Dan kunci T serta magnet itu dapat dari teman di kampung. “Kunci dan magnet diberi temen kampung,” terangnya.

Catatan kepolisian tersangka sendiri telah 15 kali berbuat pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Surabaya.

Barang bukti yang diamankan sepeda motor Honda Vario 125 hitam L 3124 KZ, kunci leter T 4 mata obeng yang sudah dipipihkan, satu unit motor Honda beat L 4748 VB merah putih.(Rosi/Gud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here