Berita Resmi Statistik Mei 2019

0
39

SURABAYA.SINAR POS – – 24.06.19 Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Teguh Pramono MA. Mengatakan, Perkembangan Ekspor Impor Jawa Timur (Jatim) Mei 2019. Nilai ekspor Jatim Mei 2019 mencapai US$ 1,81 Miliar atau naik sebesar 15,30 persen dibandingkan April. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2018 turun sebesar 0,31 persen.

Ekspor nonmigas Mei 2019 mencapai US$ 1,72 Miliar atau naik sebesar 16,59 persen dibandingkan April. Nilai tersebut dibandingkan Mei 2018 naik sebesar 2,64 persen.

Ekspor Migas Mei 2019 mencapai US$ 90,56 juta atau turun sebesar 4,81 persen dibandingkan April. Nilai tersebut juga turun sebesar 35,58 persen jika dibandingkan Mei 2018.

Nilai impor Jawa Timur pada bulan Mei 2019 mencapai US$ 2,06 miliar atau turun sebesar 6,01% dibandingkan April. angka ini juga mengalami penurunan 14,69% dibandingkan Mei 2018.

Impor non migas Mei 2019 mencapai US$ 1,65 miliar atau turun 6,14% dibandingkan April. nilai impor non-migas tersebut juga turun sebesar 19,93% dibanding Mei 2018.

Impor Migas Mei 2019 sebesar US$ 416,89 juta atau turun sebesar 5,48% dibanding April. Bila dibandingkan Mei 2018 naik sebesar 1 5,02%.

Komoditas impor.
Bahan bakar motor tanpa timbal dari RON lainnya tidak dicampur, menjadi komoditas impor dengan nilai tertinggi pada Mei 2019 sebesar US$ 159,67 juta atau turun sebesar 6,21% dibanding bulan sebelumnya dan komoditas tersebut dominan di impor dari Singapura sebesar US$ 121,92 juta. Peringkat kedua ditempati oleh komoditas hasil dari ekstraksi minyak kedelai lainnya dengan nilai impor sebesar US$ 6,21 juta diimpor dari Brazil sebesar UD$ 49,28 juta. Peringkat ketiga adalah bahan bakar motor tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi dibawah RON 97 tidak dicampur dengan nilai impor sebesar US$ 72,02 juta. komoditas ini semuanya diimpor dari Singapura.

Neraca perdagangan jawa Timur selama bulan Mei 2019 masih mengalami defisit sebesar US$249,84 juta. Hal ini disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor Migas. walaupun sektor nonmigas mengalami kinerja yang positif. Surplus sektor non migas tidak sebesar minus dari sektor Migas, sehingga secara agregat neraca perdagangan menjadi defisit. Sektor non migas mengalami surplus sebesar US$ 76, 50 juta tetapi sektor migas mengalami defisit US$ 326,34 juta.

Secara kumulatif, selama Januari- Mei 2019 neraca perdagangan Jawa Timur mengalami defisit sebesar 1,43 miliar. Hal ini disumbangkan oleh defisit sektor migas sebesar USG 1,35 miliar dan sektor nonmigas juga mengalami defisit sebesar 72,37 juta. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here