Shodaqoh Apapun Tidak Perlu Ditunjukkan Harus Ikhlas Karena Allah

0
80

KEDIRI, SINARPOS.CO.ID – Menanggapi maraknya obrolan di media sosial terkait pelaksanaan sholat malam yang di tuduh beberapa fihak bermuatan politik, memberatkan masyarakat karena harus menyediakan sarapan dan lain -lain.

Ir.H.Sutrisno MM, Ketua TP3 sekaligus penggagas safari sholat malam berjamaah di kabupaten kediri kembali menegaskan, bahwa tidak ada paksaan untuk mengorbankan sebahian harta dan tenaganya untuk berjuang dijalan Allah SWT.

“Orang yang mengatakan Sholat tahajud kok harus menyediakan sarapan..? Orang yang berstatement seperti itu berarti tidak pernah mengikuti sholat tahajud berjamaah, disini saya tekankan mari kita berlomba – lomba dalam kebailan, mengajak yang lain untuk mau bersama-sama mendekat pada Allah SWT di sepertiga malam, berlomba untuk mengorbankan sebagian harta, tanaga dan fikiran kita untuk berjuang dijalan Allah SWT, tidak ada paksaan untuk itu, tetapi kita menggugah kesadaran orang, mendorong dan mengajak saja, berlomba-lomba bersedekah memberikan sekedar makan pada jamaah yang lain, shodaqoh tidak perlu ditunjukkan, kita harus ikhlas karena Allah SWT, “Terang mantan Bupati dua periode itu.

Hal itu disampaikan saat Sutrisno mengisi sambutan sebelum pelaksanaan Sholat Tahajud di halaman MAN 1 Kediri, Dusun Becek, Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri pada rabu, 15/05/2019. dini hari.

Tidak hanya itu, suami dr.Hj. Hariyanti Sutrisno (Bupati Kediri Sekarang) ini, mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan pelaksanaan sholat tahajud yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun itu sebagai polemik, karena tidak ada gunanya.

“Wong ibadah sholat tahajud kok dibuat bahan bully, Masyaallah.. Ini kan upaya mengajak orang untuk mendekat semata-mata hanya berjuang ke jalan Allah SWT, mungkin inilah cara Tuhan menyayangi kita dan mengurangi dosa-dosa kita, jadi tidak bersabar saja, ” tambah Sutrisno.

Perlu diketahui, sholat malam di halaman MAN 1 Kediri itu, dihadiri ratusan jamaah dari masyarakat sekitar wilayah Kecamatan Tarokan, hadir dalam kesempatan itu, Camat beserta jajaran Forkompimcam Kec. Tarokan, Jajaran Kepala Sekolah dan staf MAN 1, tokoh dari Kementerian Agama kabupaten Kediri, pengurus Baitul muslimin Kec. Tarokan dan tokoh masyarakat setempat.

Sholat tahajud pada malam itu tidak seperti biasa, karena pelaksanaannya pada bulan Puasa, waktu pelaksanaan dimajukan sekitar pukul, 01.00 WIB dan selesai pada pukul 03.00 WIB saat makan sahur, tanpa sholat witir seperti biasanya karena sebagian jamaah telah melaksanakan witir saat sholat tarawih. (Ad/Sleh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here