PELATIHAN KEPEMIMPINAN PERSIAPKAN PEREMPUAN MANDIRI

0
6

KAJEN, SINAR POS

Undang-undang atau peraturan perundang-undangan itu sebenarnya telah memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk berperan di dalam pembangunan dan bahkan kalau untuk perempuan itu diberi kelonggaran-kelonggaran.

” Salah satu contoh adalah calon anggota legislatif dipersyaratkan 30% harus wanita atau perempuan” ungkap Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti pada acara pembukaan pelatihan Kepemimpinan Perempuan Desa baru baru ini di hotel Santhika (12/4).


Kemudian contoh lain, dan  ini sudah sampai pada Peraturan Bupati bahwa anggota BPD itu juga diharapkan minimal 1 anggota adalah perempuan.  Oleh karena itu, saya mengajak ibu-ibu sekalian mari kita gunakan kesempatan pelatihan yang telah diberikan ini dengan sebaik baiknya.
Pada kesempatan ini  Wakil Bupati menyampaikan menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah menyelenggarakan kegiatan untuk Kabupaten Pekalongan , Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang dijadikan sasaran dari pelatihan pada hari ini.

Selanjutnya ia menambahkan bahwa Pemerintah memberikan kelonggaran semacam itu karena selama ini keterwakilan kita sebagai kaum perempuam khususnya di pedesaan seringkali termarginalisasi.

Kadang-kadang mereka memandang bahwa perempuan itu terlalu lemah , bahwa perempuan itu katanya emosional lebih dominan daripada rasional ,” kita sama-sama dengan laki-laki sebagai subjek pembangunan sebagai pelaksana pembangunan”terangnya.

Resistensi maskulinitas terjadi apabila memasuki ranah publik biasanya wanita diranah domestik dan saat pindah ke ranah publik itu kadang timbul resistensi dari bapak-bapak. Oleh karena itu , pemerintah dalam hal ini memberikan kesempatan kepada kita, ayo kita gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, tetapi kesempatan yang diberikan oleh pemerintah ini tentu saja tidak berjalan terus ,
Kita jangan mengharapkan ketergantungan kita kepada peraturan yang melonggarkan wanita, tetapi kitalah yang harus berusaha bagaimana kita meningkatkan kompetensi kita, dengan selalu belajar. “Mari kita manfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk mempersiapkan diri agar kita mampu berkiprah diranah publik , tidak hanya di desa masing-masing saja , juga salah satu dari peserta disini akan menjadi pemimpin di Kabupaten Pekalongan , Batang dan Pemalang “terang Bu Wakil Bupati Pekalongan.

Ia menambahkan kadanglah perempuan itu takut saat memasuki ranah public, karena takut membagi waktu dengan anak-anak ,itu pasti menjadi pikiran yang paling utama. Menurut saya hubungan kita terhadap anak itu tidak tergantung kepada berapa lama tetapi seberapa kualitaskan pertemuan kita dengan mereka dan bagaimana kita menentukan skala prioritas. selain itu , disiplin waktu, disiplin menaati peraturan ataupun disiplin dalam prosedur. (red).

Keberhasilan kegiatan ini bukan ditentukan oleh tingkat kehadiran ibu-ibu semuanya atau sertifikat yang didapatkan ibu-ibu semuanya melainkan yang lebih penting adalah output dari kegiatan kali ini yaitu kiprah ibu-ibu di masyarakat (Rustianto/riki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here