Dinginnya Sholat Malam Di Lereng Gunung Wilis Desa Ponggok

0
6

KEDIRI, SINARPOS.CO.ID – Kegiatan rutin Ir. H. Sutrisno MM, dalam bersafari mengajak masyarakat untuk bersujud disepertiga malam memohon kesejahteraan, ketertiban dan kemakmuran khususnya masyarakat kabupaten Kediri. Kali ini bertempat di dataran agak tinggi di lereng gunung Wilis.

Balai Desa Ponggok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri malam itu menjadi tempat yang sejuk dan agak berembun di dini hari itu, saat ratusan Jamaah Sholat Tahajjud memenuhi areal Balai desa tersebut.

Seperti biasa Ir. H. Sutrisno, MM, yang merupakan pioneer lahirnya kegiatan Sholat Malam Berjamaah sejak lebih dari 15 tahun lalu itu berpesan, agar masyarakat senantiasa mensyukur dan mengajak masyarakat lainya untuk merendahkan diri dihadapan Allah SWT di Sepertiga malam.

“Pembangunan yang pesat Kabupaten Kediri tidak lepas dari doa kita dan masyarakat termasuk sholat malam seperti malam ini,” Jelas Sutrisno saat sambutan jelang sholat malam dimulai.

Ia menambahkan, kini masyarakat bisa menikmati Tol, Rumah sakit sebagai layanan kesehatan, sebentar lagi ada bandara dan efek dominonya akan dibangun juga Tol akses bandara hingga ke Tulungagung, “Insyaallah tol juga akan melewati kecamatan Mojo dan akan membangkitkan perekonomian masyarakat Mojo dan sekitarnya, maka saya berharap untuk menggiatkan sholat malam sebagai cara kita memohon dan bersyukur secara vertikal kepada Allah SWT atas nikmat yang tiada tara telah dilimpahkan terus- menerus kepada kita masyarakat Kabupaten Kediri, ” tambahnya dan diaminkan oleh jamaah Sholat malam tang hadir pada malam itu.

Dinginya malam itu tidak menyurutkan jamaah sholat malam untuk tetap antusias mengikuti jalanya sholat yang dimulai dengan sholat Taubat 4 rokaat, disusul Sholat Tasbih 4 rokaat, Sholat Tahajud 4 rokaat, Sholat Hajat dilanjutkan Sujud Syukur dan Sholat Witir, setelah itu sholat Subuh berjamaah, sedangkan imam sholat KH. Musa.

Hadir dalam kesempatan itu segenap Forkopimcam Kecamatan Mojo, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, diikuti ratusan jamaah baik pria maupun wanita bahkan tempat disekitar Balai desa Ponggok yang terbatas, hingga harus didirikan tenda – tenda untuk menampung antusiasme jamaah yang besar malam itu (Ad/kom/leh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here