KIP Timah Menambang Dekat Garis Pantai Ketap, Pemerintah Akan Turunkan Tim

0
6

Sinar Pos, Pangkalpinang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah Kapal Isap Produksi (KIP) timah sebanyak 4 unit menambang timah terlalu dekat dari garis pantai Pasir Panjang, Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka barat. Jaraknya sebagaimana disampaikan pihak warga berkisar 100 meter hingga 300 meter dari tepi pantai. Sempat dilakukan pengusiran pada Senin(8/4) oleh sejumlah warga karena telah 4 hari siang dan malam beroperasi menambang, sehingga beberapa KIP menjauh. Namun pada Kamis (11/4) masih ada 1 unit KIP yang membandel yaitu KIP bernama RB, masih beroperasi menambang timah pada jarak 200-an meter dari tepi pantai. “Hari ini kami pantau masih ada satu KIP yang membandel, yaitu KIP RB yang menambang sekitar 200 meter dari tepi”, ujar seorang warga via telpon ke wartawan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan AMDAL pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Bangka belitung (Babel) Hutriyadi, mengatakan walau sesuai dengan Ijin Usaha Penambangan Operasi Penambangan (IUP OP), setiap KIP yang adalah mitra PT Timah tbk, sebaiknya menambang pada jarak diatas 2 mil laut (3200 meter,red) dari tepi pantai. Dan selama belum ada aturan yang membolehkan sesuai Perda Zonasi Laut RZWP3K,sebaiknya jangan menambang dibawah itu. Dikatakan, untuk penambangan terlalu dekat dari tepi pantai tentu sangat merusak, “kalau jarak penambangan oleh KIP timah antara 100 meter sampai 300 meter dari tepi pantai, sungguh besar kerusakan lingkungan laut sekitar”, katanya.

Lebih jauh dijelaskan , AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Terpadu milik PT Timah tbk, memang tidak mengatur 2 mil laut. Hal ini merupakan titik lemah, dan AMDAL tersebut perlu direvisi agar penambangan harus diatas 2 mil. Tetapi ini masih menunggu draf Perda Zonasi Laut yang masih dalam proses pengesahan di DPRD Propinsi Babel. Disinggung apakah pemerintah dalam hal ini BLH akan menurunkan tim kelapangan untuk memantau apakah terjadi indikasi pelanggaran AMDAL oleh sejumlah KIP tersebut, dikatakan Hutriyadi bahwa masalah itu akan dikompromikan dengan Kepala Dinas. “Pengawasan mengacu AMDAL, untuk penurunan tim, akan saya diskusikan dulu dengan Kadis LH”, katanya via pesan WA, Kamis (11/4).(Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here