Fokus Group Discussion Fortifikasi Garam Pangan

0
67

SURABAYA, SINAR POS – Kementerian Koordinator Kemaritiman menggelar Fokus Group Discussion dengan Tema: Harmonisasi Tujuan Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Dan Debottlenecking Upaya Peningkatan Nilai Tambah Produk Pergaraman, di Hotel Fairfield Marriott Surabaya pada Hari Kamis (4/4/19).

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono, mengatakan kepada wartawan, tujuan utamanya sebetulnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tapi kalau kita angkat ini kan salah enggak jelas kesejahteraan Seperti apa, ini kita Arahkan kepada masalah yang sangat krusial yaitu fortifikasi garam itu pemberian zat yodium agar terhindar masalah stanting-stanting itu Kuntet atau cebol ini kalau stanting munculnya kan orang perorang satu per satu anaknya jadi banyak kan itu masa depan anak cucu kita akan berbahaya karena selain stanting kecerdasannya juga akan turun. Untuk itu dari awal kita sudah siapkan ini apa namanya kegiatan untuk mengatasi stunting itu salah satunya adalah dengan cara memverifikasi garam fortifikasi ini nggak bisa dijalankan oleh satu pihak saja Misalnya Badan POM saja tapi harus dijalankan di seluruh KL yang terkait masalah garamnya masalah petambak garam nya masalah penjualan garamnya masalah penampungan garam nya masalah pemberian iodiumnya kemudian pengolahannya, pemasarannya dan sebagainya, jadi kita buat supaya semua pihak tersentuh hatinya.

Isinya adalah isu nasional PT garam ada pengusaha, ini kami tidak bicara tentang ini apa namanya posisi standing berapa tadi kita bicara standing tuh ada nanti datanya ambil itunya ada Badan POM di sini nanti tanyakan mereka yang lebih berhak untuk mengantarkan itu tapi intinya adalah standing ini ninja R jadi bahaya yang gak bicara tapi tanpa tiba nanti sekian tahun lagi kita baru merasakan Kok enak kita jadi kerdil, kerdil itu jangan sampai terjadi hal itu terjadi sudah lewat produksi garam kita terus yang sudah perlu diumbar ujarnya.

Apa itu yang kita bicarakan di sini nanti karena itu kan aku yang bicara badan nanti kita Satukan sekarang ikan ini isu nasional makanya kita bicara satu pihak. Satu pihak kita bicaranya Nanti kalau kita bilang kami sudah siapkan ini, apa namanya fortifikasi garam Sekian banyak larinya kemana masuk ke mana, pasarnya di mana kan harus ada kontrolnya, fungsi pemerintah untuk monitoring dan evaluasi ini kita bicarakan di sini nanti si Maya bergeraknya tidak sendiri sendiri jalankan industri kami, ini kan baru sekali ini mengadakan fortifikasi garam selama ini kita menangani masalah karena rakyatnya dulu, ini juga masalah besarkan, kita berpikir urusannya dengan industry, dengan masyarakat dimana muncullah isi standing ini dan kita lihat kita belum Pak di sini kita undang Badan POM kesehatan kita untung Terus apa Perindustrian Perdagangan semua kita kumpulkan. Yang penting sekarang ini adalah, kita menyatukan ini dulu apa namanya kesepakatan dulu bahwa isu ini adalah isu nasional, ini bukan hanya dari satu pihak yang menangani tapi kita semua harus bertanggung jawab, enggak ada bukan soal krisis Mbak kita ini sekarang terbiasa melakukan sesuatu kalau sudah terjadi sebelum terjadi itu Mari kita ribut kan dulu di sini, antisipasi antisipasi kita berantem di sini, tapi nanti nggak kerja. Daripada kita berantem kalau sudah terjadi nggak bisa dipindahkan lagi yang bisa sebelum itulah kira-kira ya petani garam kan jatuh Pak ketika hari ini hari ini kita tidak bicara tentang Habib itu beda, itu masalahnya adalah tujuannya ke mana facebook tadi Tujuannya ke PT garam dan ke pihak lain Rp600.000 ton lain Rp900.- tahun ini harus kita awasi penjual itu cuman antara 500-1000 per kilogram, padahal sekarang ya Bisa tunggu saya nggak tahu makanya kita selalu bicara itu, yang kumpul semua supaya tahu posisinya Seperti apa sekarang diversifikasi produk garam yang bisa dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga dan ternyata kita nggak bicara 1000-2000 minimal setengah kilo Rp25.000 apa itu, itu Rp20.000 setengah kilo bahkan Screen tadi ada garam ini apa namanya namanya piramid itu, itu 1 butir tuh Rp5.000 butiran tayangan ada garam, itunya butiran sekarang kita dengerin fungsinya, teknologinya sederhana dia nggak pakai lahan kok dia pakai rumah jadi apa namanya, nampan nampan gitu masuk ke ruang panasnya luar biasa itu nggak di situ langsung disimpan sampai 20 hari, 20 hari anak kira-kira jadilah garam dengan tekstur yang begitu canggih luar negeri luar biasa kembangan seperti itu nggak ada Reboot HP Pak itu masalah kecil tembak yang besar ini kan gitu cara menyelesaikannya memang jangan terjebak oleh kondisi-kondisi ini, tapi banyak hal yang bisa kita kembangkan dan diversifikasi produk ini sebetulnya para pakar nya banyak sekali di Madura ada di indifikasi Universitas, ada nggak nyambung, untuk mendorong mereka itu kami di kemenko maritim tujuan ini kumpul-kumpul seperti ini kita ajak pengusahanya yang sudah jadi.

Itu di Cirebon, Buleleng sama di universitas di Madura itu kita kenalkan ke pemda-pemda dan masyarakat di sekitar yang punya garam sudah mulai, kita ini dulu apa namanya melakukan yang pertama kali harus kita lakukan itu kesepakatan awal bahwa ini isu nasional itu yang paling penting tanpa itu kita kerja ya Setelah selesai besok Enggak kan ada gregetnya gregetnya kalau pulang dari sini semua sudah sama-sama emosi saya bisa itu yang paling penting nanti kita kumpul itu betul-betul bisa melaksanakan ini apa namanya kegiatan ini dengan baik. Besok dari situ nanti kita kenalkan kepada masyarakat yang lain supaya bisa bergerak, jadi nanti kita gerakkan supaya mereka tidak hanya berkutat di hal-hal yang kecil tapi ada terobosan terobosan yang bisa di Cirebon dan Bali. Bali itu di Buleleng berkali-kali jadi ya memang ternyata nggak bisa cepet-cepet Mbak, mengubah itu juga nggak mudah nanti pak yo sini Nanti yang terjadi di Buleleng itu sudah export ini malah datang tadi ada ke Eropa ke Amerika macam-macam.

Anak-anak itu datang sendiri dia minta saya tolong saya ditambah ini ditambah ini yang saya tahu dia bisa untuk yang tingkat tinggi. itu tentu untuk kegiatan apa namanya kesehatan infus itu kan garam bayangkan Indonesia berapa Nggak bisa tetapi harus bisa menyiapkan garamnya standarnya bisa masuk ke industri kan gitu yang paling penting kan itu kemudian yang untuk souvenir, tadi untuk souvenir saat ini baru sedikit yang ada kan Tapi itu sudah bagus di garam dicetak bentuk kembang dicetak bentuk kura-kura Halo Mbak nikah itu bayangkan salah satu pernikahan perlu Rp5.000 Lumayan, itu saya bercita-cita Madura itu kan Pulau Garam itu bisa memproduksi produk-produk seperti itu Jadi kalau kita datang ke Madura Itu nggak cuma lihat ladang garam tapi ada produk garam yang bisa mengentalkan masakan Madura dengan garam yang bergerak malah di Jawa dan Bali Madura nya belum ini kita selama ini mungkin mereka masih sibuk ngurusi hp-hp, tadi itu nggak terpikir bahwa ada hal yang lebih praktis tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here