ATASI PENYEBARAN VIRUS TANAMAN CENGKEH SECARA MASIF, BUPATI ASIP SARANKAN PETANI BERALIH KE PUPUK KANDANG

0
51

KAJEN – Pohon cengkeh milik petani di Kabupaten Pekalongan terserang virus secara masif. Hal tersebut membuat Pemkab Pekalongan mendatangkan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mencari penyebab dan penanganan virus yang menyerang tanaman cengkeh. Dan akhirnya penyebab matinya tanaman cengkeh di Kabupaten Pekalongan diketemukan.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meresmikan Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro Kecamatan Kandangserang, Sabtu (9/3/2019) siang.

Dipaparkan Bupati Asip Kholbihi virus menyerang karena daya  tahan tanaman cengkeh menurun. “Menurut para peneliti virus menyerang tanaman cengkeh karena daya tahan tanaman menurun, hal tersebut diakibatkan karena tanaman jenuh terhadap pupuk kimia,” katanya.
Bupati menerangkan solusi mengembalikan daya tahan tanaman cengkeh menghentikan pemupukan menggunakan kimia. “Saran dari peneliti para petani harus menggunakan pupuk kandang agar daya tahan tanaman terhadap virus kembali seperti semula,” katanya.


Tidak berhenti dengan penelitian tentang pupuk, pihaknya menuturkan akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan pendapatan petani cengkeh. “Kami akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas tanaman cengkeh, jika kondisi tanaman kembali seperti semula saya yakin petani cengkeh di Kabupaten Pekalongan akan sejahtera,” tuturnya.

Selain tanaman cengkeh, Bupati Asip juga menyinggung tentang jumlah panen padi di daerah atas di Kota Santri. “Di Kabupaten Pekalongan daerah bawah 1 hektar sawah bisa panen 9 hingga 11 ton, tapi di daerah atas seperti Kandangserang hanya 5 ton. Untuk itu kami akan berikan bibit padi yang cocok ditanam di daerah atas agar hasil panen lebih melimpah,” paparnya.
Kesejahteraan petani, ditambahkannya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Kewajiban kami mensejahterakan petani, maka dari itu solusi terkait permasalah pertanian terus kami cari dengan mendatangkan para peneliti,” tambahnya. (rustianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here