Dua Tahun Menunggu, Pelaku Industri Kecil Jember Butuh Pendampingan

0
71

Jember, Sinar Pos

Lebih dari dua tahun pelaku pelaku Industri Kecil di Jember tidak lagi mendapatkan pendampingan, yang berakibat lesunya produktivitas mereka, ini disampaikan Hariyanto, 45 pelaku industri mebelair yang prihatin dengan kondisi tersebut, Kamis, 7/2/19.

Menurutnya, sejak dua tahun belakangan, dirinya dan pelaku industri lain tidak lagi mendapat pembinaan, padahal potensi ekonomi bisa diperkuat oleh eksisnya kegiatan berbagai macam pelaku industri apa saja.

Pria tiga orang anak itu berharap agar pemerintah melalui dinas perdagangan dan industri kembali melakukan pembinaan, agar geliat industri nantinya mampu menguatkan potensi ekonomi Jember.” Sebenarnya saya tidak paham kenapa Disperindag tidak lagi melakukan pendampingan, sementara saya dan pelaku industri kecil disini sangat membutuhkan arahan. Baik sisi produk, packing sampai pada akses pasar” ujarnya.
Lebih jauh Haryanto mengatakan, pelaku industri kecil seperti dirinya membutuhkan kehadiran pemerintah sejak mulai pembuatan badan usaha, pengurusan perijinan, pelatihan tehnis dan pemasaran hingga membantu akses pasarnya.
Dia mencontohkan, pelaku industri kayu perlu di bukakan akses dengan kontraktor yang menggarap proyek pemerintah, dengan begitu bakal ada huhungan kerja saling menguntungkan.

Demikian halnya dengan pelaku industri kecil lainnya. Saat ini mereka kondisinya seperti hidup segan mati tak mau. Kalau dibiarkan mereka bakal benar benar terpuruk, dampaknyapun sangat kompleks. Puluhan anak-anak sekolah bakal mengalami kesulitan biaya.
Hal sama disampaikan Ary,35 pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat yang konsen melakukan pendampingan terhadap pelaku industri kecil. Menurutnya, puluhan pelaku industri di Kecamatan Kalisat sangat hutuh pendampingan. Utamanya terkait dengan managemen , ternasuk pembukuannya.

Dirinya hanya bisa memberikan masukan betapa pentingnya pelaku industri memiliki badan usaha, Surat ijin usaha, dan NPWP.
Responnya cukup bagus , bahkan mereka pengen mengurus semua perijinannya , namun kendala yang muncul adalah waktu dan minimnya informasi terkait itu semua. Tidak semua pelaku industri kecil melek tehnologi, sehingga perlu pendampingan.
Dirinya tidak ingin semangat usaha mereka pupus hanya karena tidak hadirnya pemerintah dalam hal ini kantor Disperindag. ” Mereka butuh hadirnya petugas dari disperindag untuk memberikan arahan sekaligus bimbingan tehnis agar mereka tidak hanya jadi penonton di era serba tehnologi ” tandasnya.

Anas Ma’ruf, kepala Dinas perdagangan dan perindustrian kepada faktajember mengatakan. Sebenarnya pihaknya tidak meninggalkan mreka., namun pihaknya lagi mempersiapkan tenaga pendamping bidang industri , baik tingkat desa dan tingkat kecamatan. Tugas mereka adalah selain mendata keberadaan pelaku industri juga memberikan masukan dan.motivasi kepada mereka guna melakukan perbaikan managemen. Tidak itu saja , peningkatan.kemampuan hendaknya bisa di jadikan garapan pertama kemudian baru ke lainnya.

Terkait tenaga pendamping lapang ( TPL) yang sudah direkrut, Anas masih menunggu petunjuk dari Bupati.(ary)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here