Maraknya Kasus DBD, Berantas Jentik Nyamuk Dengan Metode Ikanisasi

0
79

KEDIRI, SINAR POS – Mulai mewabahnya kasus penyakit DBD dan masuk dalam kategori KLB atau Kejadian Luar Biasa, Pemerintah Kabupaten Kediri melaksanakan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh desa di Kabupaten Kediri. Salah satu desa yang sudah melaksanakan adalah Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem.

Acara PSN Pemberantasan Sarang Nyamuk meliputi 3M dan ikanisasi berlangsung hari Jumat, 1 Februari 2019 di Dusun Joho di rumah Sekretaris Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Sebelumnya juga telah dilakukan gerakan PSN di Dusun Dadapan.

Turut hadir Camat Ngasem beserta jajaran Muspika, Kepala Desa Sumberejo, Kepala UPTD Puskesmas Ngasem, kepala sekolah, para siswa SD dan TK, serta seluruh warga Desa Sumberejo. Kegiatan PSN meliputi 3M Plus yaitu Menguras, Mengubur, Menutup, daN dilengkapi dengan ikanisasi. Jenis ikan yang dibagikan adalah ikan cupang yang diberikan di setiap rumah warga. Satu rumah mendapat satu ikan dan diletakkan di bak mandi.

Dipilihnya ikan cupang karena ikan jenis ini sangat agresif terhadap jentik nyamuk. Dalam satu hari ikan ini mampu memakan 60 hingga 70 jentik. Dibentuk pula kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik Nyamuk) di setiap rumah untuk memantau dan mencegah perkembangan jentik nyamuk di lingkungan.

Dalam sambutannya, Camat Ngasem Ir. Ary Budianto mengatakan saat ini Kabupaten Kediri sudah dikategorikan Kejadian Luar Biasa demam berdarah. “Untuk itu kita harus mengantisipasi jangan sampai di wilayah kita ada warga terjangkit demam berdarah,” pesannya.

Ary mengajak seluruh warga bersama melakukan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) serta menghimbau agar para generasi muda juga melakukan tindakan preventif ini di lingkungan rumahnya masing-masing. Dengan adanya kegiatan gerakan PSN dan ikanisasi ini diharapkan dapat memutus perkembangan jentik nyamuk penyebab demam berdarah (AD/KOM/WR-LH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here