Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

0
194

SURABAYA, SINAR POS

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) Bersama Panitia Pers Nasional, gelar Konvensi Nasional Media Massa dengan Tema: “Media Massa Nasional di tengah Terpaan : Winner Take All Market. Di Hotel Sheraton Surabaya Kamis (7/2/19).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Perkembangan program santri preneur, program pemerintah ini sedang berjalan dan akan terus di tingkatkan, kita adakan pelatihan-pelatihan untuk santri, ada beberapa pesantren yang nanti terus kita tambah ujarnya.

Tapi saat di Tanya perbedaan santri preneur program pemerintah dengan santri preneur yang di gagas paslon nomor urut 2, Airlangga menjawab, kubu sebelah melakukan copycat atau meniru saja, ini kan program pemerintah yang sudah berjalan, jadi kalau kubu sebelah namanya kan copycat tambahnya.


Pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong program Santripreneur. Kita bicara pesantren, ekosistem juga kita dorong dalam kegiatan-kegiatan misalnya pesantren di Jawa Barat, kita bantu peralatan untuk membuat roti, dimana roti itu dikonstruksi sendiri oleh santri-santrinya ujarnya.
Jadi ekosistem itu yang kita dorong. Saat ini kita sudah melakukan pembinaan dan bantuan di 16 pesantren dan programnya ada mulai daur ulang, konveksi, makanan minuman, perbengkelan, kerajinan organik yang secara generik mempunyai komunitas cukup dan punya skill cukup untuk di kembangkan di pesantren-pesantren tuturnya.

Sementara itu Pak De Karwo (sebutan Gubernur Jatim), mengatakan, Pemprov jatim dorong pelaku UMKM menembus pasar digital, “Itu keniscayaan, tidak bisa tidak, harus di ambil (pasar digital) ujarnya.
Dikatakan Pak De, dengan di snaksasi, tetap akan ada unsur yang di rugikan, yakni padat karya menjadi kalah, sehingga dirinya juga mendorong adanya pajak khusus terhadap teknologi itu. Pasar digital sedianya tak bisa di hindari, mengingat saat ini segala sesuatu sudah di pasarkan melalui media sosial. Makanya tadi saya usulkan Robot juga kena pajak, kena PPH. Kemudian pajaknya untuk membantu yang kalah terhadap efisiensi katanya.

Dengan seminar dan workshop ini di harapkan mampu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM, dimana mereka mampu bertahan dari terpaan krisis ekonomi.

Sekarang dia tidak usah menunggu pengepul, pengepul kemudian kepada perusahaan, masukkan ke digital, kerjasama dengan kelompoknya sudah tutur Pak De.(Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here