Sutrisno : Kalau Bandara Di Kediri Tidak Jadi Dibangun, Jutaan Masyarakat Yang Rugi

0
101

KEDIRI, SINAR POS – Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri, Ir.H Sutrisno, MM, mengatakan bahwa pembangunan di Kabupaten Kediri terus dilakukan dan dipercepat demi kebutuhan pertumbuhan ekonomi masyarakat kabupaten kediri.

Setelah jembatan Ngadiluwih dan Rumah Sakit SLG selesai dibangun, pemerintah Daerah kini memdorong proyek bandara Kabupaten kediri yang rencananya akan dibangun di wilayah barat kabupaten kediri segera terealisasi, “Harga tanah di daerah sana itu sekarang sudah melambung tinggi, kalau sampai proyek itu gak jadi ribuan bahkan jutaan rakyat akan rugi ,” ungkap Sutrisno.

Hal itu disampaikan mantan Bupati Kediri dua periode tersebut disela sambutanya dalam kegiatan Sholat malam di Masjid Al-Furqon, Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten kediri, Selasa, (05/02/2019).

Animo masyarakat Seketo dan sekitarnya sangat tinggi dalam pelaksanaan sholat sepertiga malam tersebut, sehingga panitai harus memasang tenda di jalan bagi jamaah yang tidak tertampung di masjid.

Hadir dalam kesempatan itu, Ir.H. Sutrisno, ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kebupaten Kediri, Camat Badas dan jajaran, kepala desa beserta perangkat, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat serta jamaah yang tidak hanya datang dari warga sekoto bahkan dari wilayah lain di kecamatan Badas, sedangkan imam sholat oleh KH. Supadi.

Dalam amanatnya, Sutrisno juga mengatakan, dirinya merasa bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mengajak orang lain melakukan sholat tahajjud, Pak Tris meyakinkan bahwa semuanya tidak ada maksud lain selain karena Allah SWT.

“Rugi rasanya kalau kita beribadah atau mengajak orang sholat tahajjud karena tujuan lain salain karena Allah SWT. Karena ini sudah saya lakukan insyaallah hampir 20 tahun setiap dua hari sekali,” ungkap Pak Tris.

Ia berharap, jangan karena dirinya yang mendorong, atau karena camat, lurah, kasun, masyarakat tergerak untuk ikut jamaah tahajjud, harus ikhlas karena Allah SWT.
Jangan pula karena sedang dirundung kesulitan, atau sedang mencalonkan diri menjadi caleg, lurah atau dalam kesempitan saja mau ber tahajjud, hendaknya dilakukan rutin seminggu sekali atau minimal sebulan sekali ” singkirkan rasa malas untuk melakukan tahajjud, karena malas itu adalah hidayah yang tidak diambil,” tambahnya.

Pak tris mengajak masyarakat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dalam ibadah dan sholat tahajjud, mumpung diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT.
Mensisihkan sebagian harta untuk berjuang dijalan agama Allah SWT. Shodaqoh untuk menggerakkan orang lain ikut sholat tahajjud sangat mulia di hadapan Allah.

“Jangan hanya pas waktu ngurusi partai saja rajin shodaqoh, ketahuilah bahwa harta benda, keluarga dan apapun yang kita miliki didunia tidak akan dibawa mati, hanya amal ibadah kita serta anak-anak yang sholeh dan sholikah yang mampu menjadi bekal kita menghadap Allah SWT,” jelasnya.

Sementara salah seorang jamaah bernama Wanto (45), warga Sekoto, mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan kegiatan ini, berkat sutrisno kini Masjid Al-Furqon rutin melaksanakan Qiyamullail (sholat malam) berjamaah setiap minggu, ia mengakui bahwa sosok Sutrisno atau Pak Tris masih menjadi idola di masyarakat Kabupaten Kediri, “Selain beribadah dengan khusuk dan ikhlas pada Allah SWT acara seperti ini bisa menjadi ajang silaturahmi antar warga masyarakat dan beliau,” ungkapnya.

Sholat malam dimulai dengan melakukan sholat taubah empat rokaat, kemudian sholat tasbih, sholat hajat, sholat tahajjud, sholat witir dan ditutup dengan sujud syukur. Kemudian setelah sholat subuh berjamaah dianjutkan bersalaman, jamaah ada yang langsung pulang ada yang menikmati makan pagi ala-kadarnya yang disediakan oleh warga, momen sarapan bareng dengan masyarakat tersebut tampak spesial dan penuh keakraban. (Ad/wr/lh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here