Perayaan Imlek, Kesbangpol Imbau Masyarakat untuk Saling Toleransi

0
95

Kota Pekalongan, Sinar Pos

Peninggalan bangunan bersejarah yang ditinggalkan oleh warga Tionghoa masih dapat kita jumpai hingga saat ini di Kota Pekalongan, di antaranya bangunan rumah ibadah (Klenteng Pho an Tian), Bangunan Vihara, dan bangunan rumah tinggal yang memiliki gaya arsitektur khas China.

Tentunya Tahun Baru Imlek menjadi hal yang sangat penting dan ditunggu-tunggu masyarakat etnis Tionghoa ataupun keturunan China di Kota Pekalongan. Untuk menjaga kondusivitas lingkungan di Kota Pekalongan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekalongan mengimbau kepada masyarakat agar selalu bertoleransi.


Saat ditemui di sela-sela kegiatannya Senin (5/2/2019), Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekalongan, Bambang Sumitro mengaku telah bermitra dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, kaitannya dengan perayaan imlek ini pihaknya berharap segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik. “Mari dengan perayaan ini masyarakat di Kota Pekalongan bisa saling menjaga situasi keamanan atau lingkungan yang kondusif,” terang Bambang.

Dikatakan Bambang, pasca banjir ini masyarakat sudah pulang ke rumah masing-masing untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa.  “Intiya dalam beraktivitas harus saling menghormati dan menghargai melihat di Kota Pekalongan ini ada beragam agama yang hadir,” tandas Bambang.

FKUB berasal dari berbagai elemen agama yang menjadi forum komunikasi atau media untuk saling menginformasikan dan merawat kebhinekaan. Walaupun berbeda agama tetap satu jua, tidak saling mengejek tapi menghormat.(Rustianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here