Pencegahan Perkawinan Anak di Jawa Timur

0
48

Surabaya, Sinar Pos 7 April 2021 – Dinas pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak dan kependudukan Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar workshop kapasitas mitra kerja dan organisasi kemasyarakatan dalam pencegahan perkawinan anak di Jawa Timur, di Hotel Grand Dafam Surabaya Rabu dan Kamis (7/8/4/21).

Kepala DP3AK Jatim, Dr. Andriyanto Sh MKes, menyatakan pada prinsipnya perkawinan anak atau pemberian dispensasi perkawinan di Jatim terjadi lompatan yang luar biasa pada tahun 2019, angka perkawinan di Jatim 5700 dan sekarang tahun 2020 ada 17214 artinya lebih dari 300% kenaikan dan ini harus kita cegah perkawinan anak di Jatim, itu pada aspek pendidikan, kesehatan yang tidak bagus, ekonomi yang tidak bagus dan pada gilirannya bisa mengakibatkan kemiskinan di Jatim meningkat ujarnya.

Perlu ada upaya-upaya untuk Bagaimana perkawinan anak di Jatim itu menurun, oleh karena itu juga ada penandatanganan fakta integritas melibatkan 10 elemen, dari DPRD, pengadilan Tinggi agama, bahkan dari media, dari perguruan tinggi harus ada fakta integritas, kemudian bahkan Ibu Gubernur sudah mengeluarkan edaran nomor 810 tahun 2021 katanya.

Menganjurkan Bupati dan walikota untuk bagaimana eksen kongkrit, bagaimana melakukan kegiatan yang riel unntuk Bagaimana percepatan penurunan perkawinan anak ini dengan menganggarkan kegiatan kegiatan ini kemudian membentuk sekolah calon pengantin, membentuk pusat pembelajaran keluarga dan memberikan edukasi pada masyarakat bahwa perkawinan anak itu tidak bagus.

Jadi sebenarnya istilah ini adalah istilah yang baku ya kontaknya tentunya perkawinan yang alamiah bahkan hal yang wajar itu, tapi kalau perkawinan anak itu adalah sesuatu yang negatif dan ini harus dicegah, jadi pencegahan perkawinan anak menurut saya masih relevan, nanti usulan dari pengadilan agama Trenggalek, nanti bisa kami sosialisasikan lagi. Pertemuan ini nanti para peserta dan dari pengadilan agama.

Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu bisa mampu untuk memberikan kegiatan yang konkrit mencegah perkawinan anak di Jatim tutur Andrianto. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here