Titik Balik Koperasi NMSI Makin Nyata, Dengan Kehadiran dan Presentasi Calon Investor di Rapat Pengurus

5
3720
Rahmat Febrianto (tengah) bersalaman dengan calon investor Budi Utomo, didampingi Tim Penyelamat, Drs. Budiyo Sutrisno, MM, Lukito EP, SE, Indra Perwira Adnan, Trisnanto, SH, Marniadi, Sholehudin, Lalu ahmad Baequni dan Tika Pradina
KEDIRI, SINAR POS,- Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) yang memiliki unit usaha Budidaya lebah Trigona SP atau lebah Klanceng beberapa waktu lalu sempat membuat heboh jagat maya dan membuat kepanikan mitra-mitranya di seluruh indonesia.
Hal itu terjadi lantaran ketua Koperasi diduga melarikan aset dan dana mitra puluhan milyar rupiah pada 5 Februari 2021 lalu dan telah dilaporkan oleh pengurus Koperasi ke pihak kepolisian.
Selama satu bulan pasca peristiwa itu, gonjang-ganjing kepastian tentang berjalannya kembali Koperasi yang memiliki aset di dalam dan diluar (mitra) ratusan milyar rupiah itu tidak jelas dan banyak opsi.
Diawal bulan yang lalu, ada investor dari tulungagung yang berupaya untuk mengakuisisi Koperasi penghasil madu ini, namun belakangan ternyata mereka justru memutuskan untuk berjalan sendiri dengan sebagian mitra klabee yang mau bergabung.
Akhirnya pada tanggal 26 Februari 2021, Koperasi NMSI mengadakan rapat di rumah makan KQ-5 Kediri, dan sepakat untuk membentuk pengurus baru melalui tim formatur yang di bentuk anggota, hasilnya Rahmat Febrianto yang dulu menjabat Manager Klabee.com kini terpilih menjabat Ketua Koperasi NMSI yang baru, dan orang – orang yang memiliki kompetensi dan pengalaman pada bidang perkoperasian, hukum, ekonom dan pembudidaya mandiri lebah Klanceng.
Dalam Statementnya Rahmat mengatakan akan melanjutkan Koperasi produsen madu Klanceng ini dengan orientasi produksi dengan mekanisme kemitraan yang berbeda dengan Koperasi lama.
“Sebagai komitmen kami untuk menyelamatkan para mitra, kami akan berupaya sekuat tenaga dengan sumberdaya yang ada untuk melanjutkan koperasi NMSI, jadi mohon para mitra tetap mengoptimalkan vegetasi di lokasi budidayanya, agar kedepan produk madu yang menjadi aset kita dapat kita optimalkan, ” Ungkapnya.
Dari pengurus yang baru, kemudian membentuk tim penyelamat atau penyehatan koperasi yang bertugas antara lain, menyelamatkan aset koperasi yang ada, mencari investor, mengawal kasus terjadinya tindak pidana dan membuat sistem baru.
Tim penyelamat koperasi NMSI yang di dalamnya ada para profesional di bidang budidaya, hukum, perbankan dan ekonomi hampir setiap minggu melakukan rapat dengan dana patungan untuk menyelamatkan koperasi.
Hasilnya tim penyelamat berhasil menggaet beberapa investor yang nantinya akan bekerjasama dengan pengurus dan managemen yang baru, dengan sistem yang baru dan semangat baru.
Setelah bertemu dengan calon investor pertama yaitu PT. Trust Global Karya dianggap gagal dan investor Jember berhasil walaupun hanya dilokalisir di wilayah Jember dan sekitarnya saja, akhirnya pada awal bulan Maret tim penyelamat bertemu dengan investor dari Yogyakarta, dan disinilah awal titik balik Koperasi NMSI optimis beroperasi kembali diperkirakan pada bulan April mendatang meski disepakati berganti nama.
Drs.Budiyo Sutrisno , MM selaku Sekretaris di kepengurusan yang baru mengatakan optimis Koperasi ini akan beroperasi lagi “Tentunya dengan sistem dan semangat baru yang berorientasi produksi, ” Ungkap Mantan Kepala Sekolah salah satu SMPN di Nganjuk itu.
“Dan Hari ini tanggal 10 Maret 2021 rapat pengurus yang dihadiri pula perwakilan dari investor bapak Budi Utomo, dari jam 11.00 Wib hingga selesai rapat memutuskan antara lain : mendorong pelaporan ulang khususnya terkait dugaan tindak pidana pasal 374 KUHP pidana terhadap saudara CA, selaku ketua NMSI lama, investor hari ini memberikan presentasi terkait progres kedepan di hadapan rapat pengurus, merumuskan struktur organisasi gemuk untuk menjalankan roda Koperasi, tim penyelamat akan mengumumkan secepat-cepatnya bulan April 2021 dan selambat-lambatnya pada akhir bulan April 2021, dan menghimbau pada para mitra untuk terus memperbaiki vegetasi karena investor membutuhkan hasil produksi madu, ” Tambahnya.
Dari hasil rapat ini Rahmat Febrianto selaku Ketua Koperasi mengharap agar para mitra tetap tenang dan fokus memperbaiki vegetasi, “apapun sistem yang baru nanti semoga dapat menjalankan roda Koperasi lebih real dan berkesinambungan,” Tambahnya. (Leh)

5 KOMENTAR

  1. Ulur wktu ulur waktu rapat pengurus yg belum sah semua hanya pemanis ingin mengENOLKAN modal para mitra menghabisi secara pelan pelan bibitnya lebah klanceng seharga 65rb per 1 kotak di jual ke mitra 500rb mbokya sadar wahai para pengurus 1 bumbung koloni di paksa di jadikan 3 dn 4 kotak koloni mau di ambil produk apanya. Menghasilkan madu darimana

  2. Sebelum sistim baru dilaksanakan stuf yang kosong /bibitnya jelek diganti dulu oleh nmsi, kalo dak diganti apa yang di panen … madunya siapa …..meskipun vegetasi baik , dimakan siapa wong tawonnya ikut dibawa anton …🤦‍♂🤦‍♂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here