Mudahkan Santri Belajar Al Qur’an, Pemkab Sidoarjo Bersama Kemenag Gunakan Metode Follow Line

0
55

Sidoarjo-Sinar Pos

Meski dalam masa Covid-19 belajar menulis dan membaca Al Qur’an tidak boleh berhenti. Pemkab Sidoarjo bersama Kemenag Sidoarjo melakukan penguatan program baca tulis Al Qur’an dengan menggunakan metode follow line. Program ini untuk seluruh TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an) se kabupaten Sidoarjo. Lebih dari 2000 TPQ yang akan menerima manfaat program cara cepat dan efektif dalam baca tulis al Qur’an.

Program ini didukung yayasan Sunan Ampel Sidogiri, Pasuruan dengan memberikan bantuan 12 ribu eksemplar Al Qur’an Metode follow line yang diberikan kepada kepala Kemenag Sidoarjo, M. Amir Sholehuddin disaksikan Pj Bupati Hudiyono. Sabtu, (16/1/2021) di Pendopo Delta Wibawa.

“Meski saat ini musim Covid anak-anak jangan sampai berhenti belajar membaca dan menulis Al Qur’an. Bantuan 12 ribu eksemplar berupa Al Quran khusus metode menulis dengan cara menebalkan kertas memakai alat tulis pensil ini akan memudahkan santri TPQ dalam belajar”, kata Hudiyono.

Al Qur’an khusus ini sengaja di desain agar anak lebih mudah dalam menulis dan membaca. Anak-anak tinggal menebali saja dengan pensil tiap hurufnya maka akan tampak jelas.

Selain itu, metode follow line ini bisa membuat anak lebih menyenangi dalam belajar menulis Al Qur’an. Karena menurut kepala Kemenag M. Amir belajar Al Qur’an tidak boleh berhenti meski dalam masa pandemi Covid-19.

Amir juga mengutip hadist Rasulullah Muhammad SAW, Orang yang senang membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik manusia.

Bahwa Al Qur’an itu bisa memberikan syafaat di hari kiamat. ” Bacalah Al Qur’an, sesungguhnya Al Qur’an nanti akan bisa memberi syafaat di hari kiamat”, kata Amir

Fadilah ketiga yaitu barang siapa membaca Al Qur’an dalam satu hari satu malam minimal 100 ayat maka akan dihindarkan dari penyakit lupa atau pikun, ini ada hadistnya dari Rasulullah.

“Bagaimana kalau orang tuanya tidak bisa baca Al Qur’an, maka anaknya yang menggantikan membaca”, terang Amir.

Kemudian fadilah berikutnya, lanjut Amir, barang siapa yang mengajarkan anaknya membaca Al Qur’an maka akan diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dan barangsiapa mengajarkan hafalan anaknya membaca Al Qur’an maka balasannya Allah akan menaikkan derajat ayahnya satu tingkat.

“Oleh karena itu kirim anak ke TPQ untuk belajar Al Qur’an”, katanya.

Kemudian barang siapa yang mengajarkan anaknya belajar Al Qur’an sekaligus mengamalkannya maka Allah akan membalas kepada kedua orang tuanya dengan memberikan mahkota yang bersinar lebih terang dari matahari kepada kedua orang tuanya.

“Itulah Fadilah dalam membaca Al Qur’an”, tutur Amir.

Pada kesempatan yang sama, TPQ Yussar Anugerah desa Kalitengah kec Tanggulangin secara simbolis menerima sertifikat dari Kemenag Sidoarjo yang diserahkan langsung oleh M. Amir kepada kepala TPQ Zahlul Yussar. (Awi/Maria).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here