Refleksi Pendidikan 2020, Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh

0
41

Surabaya. Sinar Pos – 23 Desember 2020 – kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur DR. Wahid Wahyudi STMT mengatakan, hari ini dindik Provinsi Jatim mengadakan acara refleksi Pendidikan di tahun 2020 dengan narasumber dari berbagai elemen, yang pertama Prof. M. Nuh, Guru Besar ITS, dari Komisi E DPRD Prov Jatim, juga dari ketua PGRI Jatim dan dari dewan pendidikan Jatim Ujarnya

Kita ingin melihat bagaimana masing-masing elemen itu Melihat perjalanan pendidikan di Jatim pada masa pandemi covid 19. Secara umum pembelajaran jarak jauh saat ini masih mengalami penurunan kualitas pendidikan, mungkin tahun 2020 ini sudah tahun pertama sehingga guru juga belum siap dengan materi pembelajaran jarak jauh secara baik, siswa pun belum siap secara optimal untuk bisa mengikuti pembelajaran secara online, sehingga daya tangkap siswa itu kurang optimal, bahkan untuk pelajaran pelajaran tertentu seperti matematika Kimia Fisika itu sangat rendah terlebih untuk pelajaran keterampilan katanya.

Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mulai tanggal 18 Agustus 2020 yang lalu melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di Jatim dan alhamdulillah ini berjalan dengan baik dengan protokol kesehatan yang ketat. Kenapa pembelajaran tatap muka ini perlu kita lakukan tentunya dengan protokol kesehatan karena yang pertama kalau tidak segera dilakukan maka akan terjadi gangguan dalam tumbuh kembang siswa bahkan akan dimungkinkan terjadi learning loss siswa ini merasa bodoh.

Yang kedua kalau pembelajaran tatap muka tidak segera dilakukan maka dimungkinkan anak-anak putus sekolah ini akan meningkat. Saya pernah dihubungi orang tua siswa berasal dari Madura itu sudah tiga bulan berada di Surabaya mereka nanya apakah sma-smk ini sudah bubar bahkan ekstrem sekali beberapa kepala sekolah melaporkan kepada saya banyak siswanya yang pindah ke pesantren. Indahnya ke pesantren itu dengan alasan karena orang tuanya menganggap SMA SMK ini sudah bubar dan pesantren yang sekarang yang melakukan pembelajaran ucapnya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah banyak terjadi Psychosocial dimungkinkan kekerasan kepada anak juga meningkat, kalau kita lihat yang terjadi di Banjarmasin ada orang tua memukul anaknya karena minta didampingi dalam pembelajaran.

Oleh karena itulah Jatim ini selalu mengevaluasi uji coba tatap muka yang sudah berjalan ini untuk bahan evaluasi untuk mengambil kebijakan di tahun 2021 dan tentunya refleksi atau evaluasi 2020 ini akan menjadi bahan untuk melakukan program-program pembelajaran di tahun 2021 nanti.

Tadi Profesor M Nuh menyampaikan hal yang menarik bahwa di masa krisis seperti ini yang dibutuhkan adalah Inovasi dan kreativitasi, dibutuhkan pemimpin yang kreatif itu dibutuhkan di era seperti ini dan kuncinya adalah belajar dan belajar, karena kalau kita tidak belajar maka kita sekarang sekolah hasil kita sekolah itu untuk mengajar yang akan datang.ilmunya siswa itu untuk menghadapi permasalahan yang akan datang lagi,

Posisi Covid 19 hari ini di Jatim meningkat, sudah tidak ada zona kuning zona hijau sekarang soalnya merah ada 6 kabupaten kota dan 32 kabupaten kota zona orange. Tentunya ini akan menjadi pertimbangan utama di dalam mengambil kebijakan pembelajaran tatap muka di tahun 2021 tapi prinsip pembelajaran tatap muka itu sangat dibutuhkan sehingga nanti di samping protokol kesehatan yang harus kami kawal dengan ketat tuturnya. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here