Cabup Dhito Potong Tumpeng dan Gunting Pita, Lepas Rombongan Panjilaras Ziarah

0
3
KEDIRI, SINAR POS Calon Bupati Kediri H. Hanindhito Himawan Pramono, SH bersama Paguyuban Panjilaras Dusun Trate, Desa Wonorejo, Ngadiluwih ikuti beberapa agenda acara yang telah disiapkan diantaranya seperti; berdialog dengan para pelaku UMKM.
Selain itu ada selamatan potong tumpeng, gelar produk UMKM, serah terima cinderamata dan gunting pita pemberangkatan rombongan relawan Mas Dhito dan sekaligus juga relawan Panjilaras untuk berziarah ke Wali lima di Wilayah Jawa Timur, pada hari Sabtu siang, (21/11).
Setelah dijadwalkan berdialog dengan Muslimat di Desa Tunge, Wates dan Kunjungi Sentra UMKM Produksi Krupuk di Desa Banjarejo, Ngadiluwih, Mas Dhito langsung menuju ke Desa Wonorejo, untuk ikuti beberapa acara yang telah disiapkan. Seperti biasa Dhito langsung menyapa warga masyarakat dan para pelaku UMKM.
Yang menarik ketika Mas Dhito potong tumpeng adalah Do’anya untuk kemenangan Dhito-Dewi di Pilkada Kabupaten Kediri, hal ini untuk Kediri yang Lebih Baik. Selain itu juga memohon doa untuk keselamatan rombongan ziarah wali dari berangkat sampai pulangnya nanti. Padahal keberangkatan rombongan para peziarah inipun juga memohon Doa untuk kemenangan Dhito.
Ketua Paguyuban Panji Laras, Abdul Kholik, menerangkan pemberangkatan Ziaroh Wali Ini ada 6 bus, masing-masing di isi 60 Orang, dengan tetap memenuhi aturan standart protokol kesehatan, seperti: memakai masker, menghindari kerumunan, jaga jarak dan sering mencuci tangan pakai sabun, juga bawa hand sanitizer. Peserta juga berasal dari luar Desa Wonorejo, seperti Desa Kolak, Badal, dan Ngadiloyo. Sedangkan untuk tujuan yang di kunjungi adalah Mojokerto, Gresik, Madura dan langsung Semenep, ” Ungkapnya.
Setelah gunting pita sebagai simbolik untuk keberangkatan rombongan para peziarah, Dhito langsung diwawancarai oleh sejumlah media, Dhito menerangkan dalam kunjungan sebelumnya ke pusat UMKM pembuatan krupuk melihat cara produksi proses pembuatan dan pengolahan krupuk.
Dalam kesempatan ini Dhito mengatakan bahwa, “UMKM ini karyawannya banyak yang tidak memiliki BPJS, namun ada jalan alternatif atau solusi untuk dilakukan melalui JAMKESDA, tetapi hingga saat ini kriterianya masih agak kaku dan harus diperlunak kembali agar supaya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kediri, ” terangnya.
Dhito juga menambahkan, Nanti kami akan membantu dan mengkaji ulang dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, dalam produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Masih menurut Dhito, ia mengataka bahwa, “Produk UMKM dari Desa Wonorejo ini, jamu, kripik, kerajinan tangan yang diolah anggota UMKM sudah cukup bagus dan rasanya lebih enak. Selain itu juga mengapresiasi karena produknya bisa mencapai luar kota seperti Kabupaten Malang dan Jakarta serta mereka semua meminta untuk diadakan pelatihan pemasaran”, demikian pungkasnya (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here