Perkuat Ketahanan Bangsa Dengan Pimpinan  Ponpes di Jawa Timur

0
38

Pasuruan. Sinar Pos – 24.10.20 – Mencegah masuknya paham radikal terorisme merupakan tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang telah dimandatkan oleh Negara melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018. Upaya penanggulangan terorisme dari hulu hingga hilir dilakukan dengan membangun ukhuwah di lingkungan Pondok Pesantren.

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan di Indonesia yang dalam sejarahnya turut serta membangun dan memperjuangkan bangsa Indonesia.

Untuk mensinergikan hal ini, Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, MH, melanjutkan kunjungan kerjanya di Jawa Timur dengan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Karomah dan Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan Jawa Timur (24/10/2020). KH M. Syafi’i Muthi. Keduanya terlebih dahulu berziarah ke makam pendiri Ponpes KH Muhammad Akbar Sunaryo.

Dalam pertemuannya, Kepala BNPT menjelaskan bahwa masuknya paham radikal intoleran saat ini tak hanya masuk di dunia pendidikan, namun penyebaran paham radikal intoleran kini juga mudah ditemukan di media sosial. Di hadapan pimpinan dan para pendidik Ponpes Nurul Karomah, Boy Rafli menegaskan bahwa pondok pesantren menjadi salah satu tempat pendidikan bagi generasi muda Indonesia di masa yang akan datang. Untuk itu, Kepala BNPT berharap agar para pendidik terus meningkatkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan yang diimbangi dengan membangun semangat cinta tanah air dengan prinsip “Hubbulwathon Minal Iman.”

“Untuk itu BNPT hadir disini sangat penting karena kita ingin agar pondok pesantren memiliki ketahanan yang baik di dalam menyikapi adanya paham-paham radikalisme intoleran yang terkadang juga memungkinkan masuk kepada para peserta didik di kalangan pondok pesantren, mudah-mudahan ini saling menguatkan dari tokoh-tokoh pendidikan yang berada di pondok pesantren tentunya kedepannya jadi mitra BNPT,” tutur Boy Rafli.

Lebih lanjut, KH. M. Syafi’i Muthi mendukung program kerja BNPT dalam melakukan pencegahan dengan bermitra dengan para alim ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Indonesia.

“Benar yang dikatakan beliau bahwa pondok pesantren adalah menjadi mitra yang sangat potensial apalagi di era sekarang ini, tentu ukhuwah atau syariah persaudaraan antar manusia, kemudian ukhuwah wathoniyah persaudaraan cinta tanah air, kemudian ukhuwah Islamiah antara persaudaraan Islam, itu sangat kita butuhkan untuk meredam gejolak akhir-akhir ini terutama untuk meredam paham radikalisme di pondok pesantren,” ungkap Gus Syafi’i.

Usai silaturahmi Kepala BNPT di Ponpes Nurul Karomah, Boy Rafli melanjutkan kunjungan keduanya ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Ponpes Sidogiri merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia yang berdiri pada tahun 1745, yang didirikan oleh Sayyid Sulaiman keturunan Rasulullah. Pengasuh sekaligus anggota pimpinan Ponpes Sidogiri, K.H. Abdullah Syaukat Siradj menyambut hangat kedatangan Kepala BNPT beserta jajarannya.

Pertemuan keduanya membahas perkembangan keseimbangan bernegara dan beragama yang merupakan amalan dari nilai-nilai Pancasila.

“Sinergi pondok pesantren dengan unsur-unsur dari pemerintah melalui BNPT, kita berharap terus membangun kehidupan masyarakat santri yang memiliki kemajuan yang tentunya kita harapkan mereka menjadi tunas-tunas bangsa. Para pemuda santriwan santriwati yang kelak akan menjadi pemimpin, yang kita harapkan memiliki semangat cinta kepada tanah air. Dan disini pondok pesantren yang mengajarkan peserta didiknya untuk membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah,” ungkap Kepala BNPT.(Nwi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here