KDRT Berujung Maut di Perumahan Sutorejo di Tangkap

0
2193
SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Kasus tindak pidana penganiayaan berat dan kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT) di perumahan Sutorejo Utara Gg.2 No.2, Kel Dukuh Sutorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, berujung maut dan akhirnya ditangkap Polisi. Pasalnya, diduga kuat kesalahpahaman sehingga membuat korbannya tewas dengan sejumlah luka dibagian kepala akibat pukulan benda tumpul.
Pelaku tak lain adalah Liem Tjie Tjhioe (75), pria paruhbaya yang merupakan sang suami korban. Atas kejadian itu, pihak kepolisian dari Polsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.
Dalam penyampaian Kapolsek Mulyorejo Kompol Enny Prihatin Rustam, S.Sos., M.Hum., melalui Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Iptu Harun, menjelaskan, kronologis peristiwa itu bermula saat, saksi yang merupakan sang menantu pada hari Jum’at (16/10/2020) sekira pukul 03.00 Wib, mendengar suara gaduh di kamar mertuanya.
“Pada pukul 05.00 Wib, suara gaduh tersebut masih terdengar oleh sang menantu. Kemudian membuka kamar sang mertua, tiba-tiba melihat sang mertua tergeletak dilantai dengan bersimbah darah,” ucap Iptu Harun.
Lanjut Harun, begitu melihat mertuanya tergeletak dilantai dengan sejumlah luka dibagian kepala, kemudian menantu tersebut melaporkannya ke Mapolsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya.
“Setelah kami sampai di TKP ternyata benar, pelaku masih menindih badan korban yang sudah tergeletak dilantai dengan posisi mengadah di kamar tersebut,” terang Perwira dengan dua balok emas dipundaknya.
Selain itu, diatas seprei maupun lantai juga ditemukan banyak ceceran darah maupun tubuh pelaku dan tubuh korban juga terdapat belepotan darah.
“Melihat itu semua kami langsung telepon team Inafis Polrestabes Surabaya untuk melakukan olah TKP dan team gerak cepat Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya untuk memeriksa dan mengevakuasi korban maupun pelaku ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya,” kata Iptu Harun.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh team gerak cepat Kesehatan Pemkot yang di komandoi Dr. Rizka, menyatakan bahwa korban dinyatakan sudah meninggal dunia akibat luka kekerasan fisik dan pelaku masih hidup meski sempat ada luka-luka dibagian kepala diduga dapat pukulan dari korban.
Ia menambahkan, dari peristiwa PKDRT itu, 1 (satu) buah palu bergagang warna kuning, Kain selendang, Tissu, seprei warna biru dan bantal yang ada bercak darah, serta KTP milik pelaku maupun korban di amankan guna proses penyidikan lebih lanjut.
“Pelaku kami tetapkan sebagai tersangka dan kami jerat dengan pasal 351 ayat (2), (3) dan ayat (4) KUHP dan atau pasal 44 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No.23 tahun 2004 tentang PKDRT,” pungkasnya. (Rena/Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here