Satreskrim Polres Tanjung Perak bersama BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar

0
395

SURABAYA, SINARPOS.CO.ID – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Surabaya, berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah satwa liar yang dilindungi dan berhasil mengamankan seorang tersangka inisial TH (42) warga Jalan Kalimas Timur, Surabaya.

Dalam keterangan press releasenya yang diadakan di halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, pada Jum’at Siang, (16/10/2020), Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., menjelaskan, satwa liar yang dilindungi ini berasal dari Sulawesi Selatan diselundupkan melalui jalur laut yang di angkut KM Dharma Kencana VII, untuk di niagakan secara ilegal oleh tersangka TH di Surabaya.

“Dan kami jerat tersangka dengan pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 undang-undang RI nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,-(seratus juta rupiah),” ucap AKBP Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H.

Terbongkarnya aksi penyeludupan hewan satwa liar yang dilindungi itu, berawal anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dapati informasi adanya penyelundupan satwa liar yang dilindungi.

“Begitu dapati informasi tersebut, Anggota Satreskrim Langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tau siapa penerimanya,” tutur Kapolres.

Setelah dilakukan penyelidikan dan diketahui alamat penerimanya kemudian Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Surabaya, melakukan penangkapan terhadap tersangka pada hari Rabu (07/10/2020) sekira pukul 18.30 Wib di Kalimas Baru 2 Surabaya.

Menurut keterangan tersangka bahwa satwa liar yang dilindungi tersebut, dijual lagi ke luar kota secara On-line.

“Tersangka menjual secara on-line ke berbagai kota, seperti di Solo, Tasikmalaya dan Bandung melalui jalur kereta Api,” terangnya.

Selain itu lanjut Kapolres, juga masih terus melakukan penyelidikan dari keterangan pelaku dalam memperniagakan satwa langka tersebut.

“Ini yang kami selidiki kemungkinan yang bersangkutan terkait jaringan internasional,” sebutnya.

Adapun barang bukti satwa liar dilindungi yang berhasil diamankan yakni 4 ekor Kaka Tua jambul Putih, 2 ekor burung bayan hijau, 2 ekor burung bayan merah, 6 ekor anakan burung tuwu, 7 ekor burung tuwu dewasa, 14 ekor burung kepodang, 66 ekor burung jalak rio, 1 ekor burung tledekan, 14 ekor burung nuri hijau, 13 ekor burung nuri merah dan 2 ekor burung Jagal Papua, 3 ekor Kaka Tua Jambul Kuning, dan 1 ekor Bayan Hijau.

Untuk pemeliharaan selama proses hukum berlangsung, Kapolres menyerahkan burung-burung langka dan dilindungi tersebut ke BBKSDA Surabaya.

Terpisah, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Surabaya Bidang wilayah II BBKSDA Dodit Ari Guntoro, S.Pi.,M.P., menjelaskan satwa yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi direhabilitasi dulu di kandang transit sebelum di lepaskan ke alam liar.

“Target utama kita untuk kembalikan satwa tersebut ke alam liar,” ungkapnya. (Rosi/Rena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here