Melalui Pembinaan Keterampilan Dan Kemandirian Pembuatan Pakan Ternak Alternatif Tingkatkan Produktifitas Secara Maksimal

0
56

Ngawi, Sinar Pos

Kurangnya pengetahuan baik secara teoritis maupun praktek mengenai manfaat, fungsi dan cara membuat pupuk organik membuat sebagian besar warga desa menggunakan pupuk kimia atau pupuk an-organik sebagai bahan utama untuk meningkatkan hasil pertanian.

Masyarakat atau petani belum begitu paham bahwa untuk jangka panjang penggunaan pupuk an-organik akan mengikis unsur hara dan berbagai mineral penting dalam tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi kurang subur dan pada akhirnya hal tersebut akan berimbas pada minimnya hasil panen bahkan gagal panen. Keluhan-keluhan warga tentang mahalnya harga pupuk an-organik dipasaran sehingga keuntungan yang dihasilkan warga dari hasil pertanian menjadi lebih kecil dan kurang cukup untuk menopang ekonomi petani , hal ini di tanggapi dengan serius dengan diadakannya pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk organik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi melalui Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau/DBHCT tahun anggaran 2020.

Indah Alasta Dewi, S.Pt Kabid Budidaya Peternakan mengatakan Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi ke masyarakat dalam menghadapi musim panceklik yang biasanya datang di bulan agustus sampai november yang membuat warga kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak alami seperti rumput.

” Pakan konsentrat alamimerupakan campuran dari beberapa bahan pakan untuk melengkapi kekurangan gizi dari hijauan pakan ternak.Bahan dari Dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kecap, dan lain- lain di dapat dengan harga murah sehingga mengurangi biaya penggemukan ternak, ” katanya.

” Keunggulan membuat pakan ternak fermentasi walaupun bahan utamanya dari limbah sampah organik kita bisa mengetahui kandungan protein karena Bahan – bahan yang akan digunakan kita tahu ,” ungkap Indah Alasta Dewi, S.Pt.

Lebih lanjut Supriyadi, S.Pt Selaku Kasi Pembibitan, Pakan dan Teknologi saat memberikan materi menuturkan
Untuk membuat konsentrat atau pakan alternatif ada beberapa kombinasi bahan alami/organik yang dapat kita gunakan sebagai komposisi pembuatan konsentrat yang baik, Bahan-bahan komposisi konsentrat yang digunakan terdiri dari: dedak padi, jagung, tumpi jagung, kulit kacang tanah, kulit kacang hijau, bungkil kedelai, jerami, premix mineral, kunyit.

” Dari pelatihan ini pula diharapkan bisa mengurangi limbah di desa yang sangat mengganggu kesehatan lingkungan, yakni limbah jagung. Pelatihan ini diharapkan memberikan alternatif lain kepada warga yang biasanya membeli pakan sampai di luar kabupaten ” himbaunya.(Dispertan/No3r)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here