Menghawatirkan..! Ledakan Pasien Positiv Covid-19 di Pacitan Satu Hari Mencapai 18 Orang

0
57

Pacitan_Sinar Pos

Penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Pacitan makin mengkuatirkan. Bahkan, penambahan kasus pasien positif tercatat yang tertinggi dalam sehari mencapai 18 orang. Wilayah penyebaran kasus positif ini pun hampir merata di seluruh kecamatan di Pacitan.

Rinciannya, 6 kasus di Kecamatan Pacitan, 3 warga Kecamatan Ngadirojo, 3 Warga Tegalombo, 2 warga Punung, masing-masing 1 kasus di Kecamatan Kebonagung, Tulakan, Arjosari, dan Kecamatan Pringkuku. Sumber penularan mayoritas dari pasien terkonfirmasi positif dan sebagian dari pelaku perjalanan.

Jubir satgas covid-19 kabupaten Pacitan Rachmad mengungkapkan, 18 pasien yang positif tersebut merupakan hasil swab terbaru yang dilakukan GTPP. “Itu hasil swab yang kemarin, inipun masih 50% yang keluar, kira -kira dari hasil swab yang dilakukan dari GTPP kemarin,”tandasnya.

Lanjutnya “Klaster tertular dari keluarga yang sebelumnya dinyatakan confirm, yang kedua laki-laki usia 35 tahun, alamat kecamatan Pacitan, sama, dengan yang pertama tadi, tertular dari pasien yang sudah dinyatakan confirm lebih dahulu, yang ketiga laki-laki juga, usia 16 tahun, alamat kecamatan Pacitan, sama, kontak erat dengan pasien yang confirm lebih dahulu,”jelasnya.

Kemudian, imbuh Rachmad, yang keempat adalah seorang perempuan usia 34 tahun dengan alamat dari kecamatan Ngadirojo, dimana yang bersangkutan adalah kontak erat dengan pasien yang dinyatakan confirm terlebih dahulu.

“Yang kelima laki-laki 72 tahun dari Ngadirojo, sama dengan pasien sebelumnya, ada riwayat kontak erat, yang keenam perempuan berusia 29 tahun alamat kecamatan Pringkuku sama dengan pasien sebelumnya, riwayat kontak erat dengan pasien yang sudah dinyatakan positif sebelumnya,”ungkap pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan ini.

Kemudian, yang ketujuh, kata Rachmad, adalah perempuan berusia 40 tahun dengan alamat dari kecamatan Tegalombo. Dimana yang bersangkutan memiliki riwayat tertular dari pasien yang sudah dinyatakan positif terlebih dahulu.

“Yang kedelapan perempuan juga, umur 28 tahun alamat kecamatan Tegalombo klaster sama dengan pendahulunya ada penularan dari pasien yang sudah dinyatakan positif, yang ke-9 perempuan lagi, berusa 15 tahun beralamatkan di kecamatan Pacitan, sama tertular dari pasien yang confirm terlebih dahulu,”papar dia.

Kemudian, yang ke-10 adalah perempuan berumur 27 tahun, dengan alamat di kecamatan tegalombo, dimana yang bersangkutan memiliki kontak erat dari pasien yang sudah dinyatakan positif terlebih dahulu.

“Ke 11 laki-laki 33 tahun, alamat kecamatan Pacitan, riwayat ada kontak erat dengan pasien yang sudah positif, yang ke-12 perempuan usia 27 tahun alamat kecamatan Arjosari, sama, riwayat adalah penularan dari kontak yang dinyatakan positif,”tukasnya.

Selanjutnya, yang ke-13, imbuh Rachmad, adalah seorang perempuan 45 tahun dengan alamat dari kecamatan kebonagung, dimana terjadi penularan dari keluarga ataupun kontak dengan pasien yang sudah dinyatakan confirm.

“Ke14 perempuan usia 40 tahun kecamatan Pacitan, sama, kontak erat dengan penderita yang sudah dinyatakan positif, yang ke-15 perempuan 25 tahun kecamatan punung kelompok klaster ada riwayat pelaku perjalanan Jakarta,”jelas Rachmad.

Pasien ke-16, imbuh Rachmad, berusia 26 tahun alamat kecamatan Nagdirojo, riwayat adalah tertular dari keluarga yang sudah dinyatakan konfirm terlebih dahulu,

“Ke-17, seorang pasien berusia 57 tahun, yang bersangkutan KTP dari Jakarta Barat dengan alamat domisili adalah tulakan, klaster adalah pelaku perjalnana Jakarta, terakhir pasien ke-18 perempuan usia 43 tahun alamat dari kecamatan punung, yang bersangkutan memiliki riwayat pelaku perjalanan ini,”papar Rachmad.

Dengan bertambahnya pasien di Pacitan, total kasus terkonfirmasi sejak kasus pertama pada bulan April lalu di Pacitan mencapai 161.

“Terakhir 143 ditambah 18 kemudian yang sembuh masih tetap 106 dan yang meninggal ada 4, sehingga yang dirawat adalah sebanyak 50. Ini yang menjadi perhatian kita semuanya, sehingga sekali lagi kewaspadaan kita dibutuhkan agar tidak terjadi penularan lebih lanjut,”pungkasnya.
(Son/Yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here