Pemdes Tanjungpuro Kecamatan Ngadirojo Lakukan Pembinaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Seni Batik Dan Cara Pemasaran

0
136

PACITAN, SINAR POS

Masalah paling inklusi yang terjadi di masyarakat pada akhir-akhir ini karena dampak covid-19 adalah ketersediaan lapangan kerja yang kurang. Salah satu problem solving yang bisa dilakukan adalah menciptakan lapangan usaha sendiri atau disebut dengan wirausaha. Namun, tidak mudah bagi masyarakat awam untuk menjadi wirausahawan. Diperlukan kecakapan dan modal yang cukup.

Dampak wabah Corona begitu besar dan tidak hanya melumpuhkan aspek kesehatan masyarakat namun berimbas massif kepada sektor ekonomi dan sektor sosial lain.

Tukiyadi kepala desa Tanjungpuro menjelaskan, “Meskipun saat ini lebih dari 50% Kepala Keluarga (KK) Desa Tanjungpuro sudah mendapat bantuan berupa uang tunai maupun sembako, tetapi seperti yang kita tahu, mereka belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. tapi mereka juga butuh solusi untuk tetap eksis di masa krisis dan tetap bisa berkarya meski dalam kondisi pandemi sekarang ini,” ujarnya saat di temui sinarpos co.id

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa bukan hanya para orang tua yang harus kita bantu, namun para pemudanya juga harus kita berikan motivasi dan fasilitas untuk mampu menjadi pengusaha baru yang siap mandiri meski di masa pandemi, Mereka adalah ujung tombak perkembangan ekonomi. Jika mereka mampu menjadi pemuda-pemuda yang produktif di sektor ekonomi, maka hal ini juga akan berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya di Desa Tanjungpuro.

Guna merealisasikan pergerakan ekonomi masyarakat tersebut, Pemerintah Desa Tanjungpuro melakukan serangkaian kegiatan untuk ibu-ibu sebagai produsennya dan karang taruna sebagai lini pemasarannya. Mereka semua di fasilitasi oleh desa untuk mendapatkan kemampuan di bidangnya masing-masing.

“Pelatihan membatik untuk ibu-ibu dan pelatihan pemasaran untuk karang taruna”,Ucap tukiyadi
Rabu(12/08/2020).

Sekdes Tanjungpuro Hermanto mengatakan,“Pembinaan dan Pelatihan ini memang kami berikan untuk siapa saja yang mau dan benar-benar ingin praktek, bukan sekedar pembinaan/pelatihan saja. Oleh karenanya, sebelum acara ini kami adakan, kami telah sosialisasikan ke seluruh warga melalui para kepala dusun, RT, dan RW, bahwa pemdes Tanjungpuro akan mengadakan Pelatihan Batik untuk ibu-ibu serta Pembinaan Bisnis dan Pemasaran untuk para pemuda Desa Tanjungpuro,”Katanya

Moh.Tarul dari pemilik Batik Puspita selaku pembina batik sangat optimis bahwa kegitan untuk para ibu-ibu tersebut benar-benar berhasil dan bisa menjadi salah satu sumber penghasilan mereka.

Seperti yang di sampaikan Kusuma Hadi Purnawan, seorang penulis buku ‘Dikejar Duit Dari Facebook’ yang menjadi pembina pemasaran online, ia sangat yakin bahwa kegitan ini akan bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi para pemuda desa Tanjungpuro.

“Alhamdulillah, Pemdes Tanjungpuro selalu punya inovasi untuk mensejahterakan warganya. Semoga kegiatan ini bisa maju dan sukses”,Harapnya

Di sisi lain salah seorang peserta pelatihan batik mengatakan, Melalui kegiatan ini kami merasa sangat terbantu karena dengan menerapkan ilmu yang diberika saat pelatihan itu kami menjadi bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Terimakasih untuk Pemdes Tanjungpuro yang selalu peduli kepada kami(warganya)”,pungkas Sri Mujiati.

(Son/Yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here