Gubernur Khofifah : Terimakasih FKUB Jatim Aktif Ajak Masyarakat Tegakkan Protokol Kesehatan

0
47
SURABAYA,SINAR POS – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur yang menyampaikan pendapatnya terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan sikapnya menghadapi pandemi covid-19, di Gedung Negara Grahadi Jumat (3/7/2020) malam.
Pada kesempatan tersebut secara khusus Gubernur Khofifah juga mengajak FKUB Jawa Timur untuk turut serta dan aktif dalam menjadi juru bicara penegakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 di masyarakat Jawa Timur.
Ditegaskan Khofifah bahwa RUU HIP tersebut saat ini sudah dikembalikan Pemerintah kepada DPR RI. Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP tersebut dan fokus untuk menangani pandemi covid-19.
“RUU HIP tersebut sesuai apa yang dijelaskan oleh Bapak Menkopolhukam, telah dikembalikan ke DPR RI karena itu RUU yang merupakan usulan dari DPR RI tersebut diputuskan presiden untuk ditunda dan dikembalikan ke DPR RI agar dilakukan diskusi – diskusi di ruang masyarakat lebih dulu. Pemerintah akan fokus dulu menangani pandemi,” kata Khofifah mengutip penjelasan menkopolhukam Mahfud MD.
Dalam audiensi tersebut disampaikan tiga sikap moral FKUB Jatim. Yang pertama adalah FKUB Jatim menghendaki agar DPR RI dan pemerintah mencabut dan membatalkan RUU HIP untuk menjaga kehidupan masyarakat yang tertib, rukun, aman dan damai.
Kedua, FKUB Jatim menghendaki agar pimpinan majelis-majelis agama selalu dan terus melakukan layanan keagamaan dalam aktivitas keagamaan serta mencegah umat beragama untuk tidak terprovokasi terhadap usaha yang akan memecahbelah kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Hal ini terutama dalam menghadapi pilkada serentak lanjutan yang direncanakan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 dimana ada 19 kabupaten kota di Jatim yang menyelenggarakan pilkada serentak.
Dan ketiga, FKUB Jatim menghendaki agar semua komponen anak bangsa memusatkan segala tenaga dan pikiran, daya serta upaya untuk mengurangi pandemi covid-19 dengan semua dampaknya.
“Poin yang ketiga ini penting, bahwa tokoh agama harus memiliki rasa yang sama untuk terlibat aktif dalam menanggulangi pandemi covid-19. Tokoh agama adalah speaker kuat di masyarakat, yang kami inginkan agar tokoh agama turut aktif menyosialisasikan penegakan protokol kesehatan saat transisi menuju new normal,” kata Khofifah.(Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here