Kesal Pertanian Diserang Hama, Warga Lepas Ratusan Burung Hantu dan Reptil

0
61
KEDIRI, SINAR POS- Kesal dengan hama perusak lahan pertanian bahkan petani di wilayah itu sering gagal panen, Warga melepas ratusan burung dan reptilia di area persawahan Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (28/6/2020).
Ini adalah Cara yang tak biasa dilakukan kelompok tani di Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dalam membasmi hama pertanian. Bekerjasama dengan komunitas, mereka melepas ratusan burung dan reptilia ke sawah.
Persoalan hama pertanian memang menjadi masalah serius di Desa Mlati selama ini. Banyak tanaman pertanian warga rusak akibat diserang hama tanaman, bahkan petani di kawasan itu kerap mengalami gagal panen.
Hingga mereka menemukan gagasan yang terbilang unik, para petani berinisatif melepas hewan predator dengan menggandeng Komunitas Peduli Lingkungan dan Satwa Desa Mlati serta Komunitas Reptil Kediri (Korek). Tujuannya untuk menekan hama pertanian.
Ketua Komunitas Peduli Lingkungan dan Satwa Desa Mlati, Imam Saifuddin menjelaskan, ada ratusan burung predator belalang dan ulat yang dilepas warga. Selain burung beberapa reptilia predator turut dilepas.
“Program pelepasan satwa ini yang pertama itu adalah untuk menekan populasi hama, terutama hama pertanian,” ujar Imam saat ditemui Suarajatim.id usai pelepasan ratusan burung dan reptilia, Minggu (28/6/2020).
Ada sekitar 20 jenis burung predator belalang dan ulat yang dilepas warga. Di antara burung yang dilepas seperti burung bentet kelabu atau cendet, jangkitut, cucak ijo dan burung kucica kampung atau kacer.
Selain ratusan burung, warga juga melepas sejumlah reptilia yang diberikan oleh Korek untuk petani di Desa Mlati. Adapun jenis reptilia yang dilepas yakni seekor ular tali picis, lima biawak dan seekor garangan.
“Hewan-hewan yang kami lepas ini tidak merugikan, itu kan satu mata rantai makanan. Jadi untuk menjaga keseimbangan alam, kita juga harus menciptakan ekosistem termasuk di dalamnya rantai makanan ini,” kata Imam.
Menurut Iman, pelepasan ratusan burung dan reptilia ke lahan pertanian ini sekaligus untuk menekan penggunaan pestisida. Sebab, selama ini warga kerap memakai pestisida untuk membasmi belalang dan ulat.
“Karena 80 persen warga di Desa Mlati ini adalah petani, yang jadi masalah sekarang ini adalah hama. Itu (cara) yang paling efektif adalah dengan penekanan (populasi hama) secara alami, itu menurut saya,” paparnya.
“Kita juga berharap nantinya dengan adanya pelepasan predator-predator hama, diharapkan akan meningkatkan higienis daripada kualitas hasil pertanian di wilayah sini, tanpa mengandalkan pestisida,” katanya menambahkan.
Anggota Korek, Ikhsan Wahyu mengatakan, sejumlah reptilia yang dilepas di area persawahan warga di Desa Mlati diperoleh dari hasil rescue anggota Korek. Adapun reptilia yang dilepas ialah predator alami belalang.
“Kita dapat (sejumlah reptilia) dari hasil rescue. Biasanya kan ada (warga) yang terganggu, minta ditangkapkan, terus kita tangkap. Kebetulan di sini ada acara pelepasan itu, ya sudah kita lepasin di sini,” ujar Wahyu.(AD/KM/LH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here