Libatkan Pendekar Lawan Covid-19, Walikota Resmikan Padepokan Tangguh Semeru

0
109

MADIUN, SINAR POS

Upaya meningkatkan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Madiun berlanjut. Tak hanya kampung tangguh, Pemerintah Kota Madiun juga menggalakkan padepokan tangguh semeru. Seperti diketahui, Kota Madiun merupakan kota pendekar dengan belasan perguruan. Padepokan tangguh diharap semakin meningkatkan kewaspadaan para pendekar dan siswa perguruan di Kota Madiun terhadap Covid-19.

‘’Covid-19 ini lawan kita bersama. Termasuk para pendekar. Kita punya ratusan bahkan jutaan pendekar. Kalau ini bersatu melawan Covid-19, saya rasa Covid-19 ini segera meninggalkan kota kita,’’ kata Walikota Madiun Maidi saat peresmian Padepokan Tangguh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Madiun, Senin (29/6).

Semua kegiatan padepokan, kata walikota, harus menerapkan protokol kesehatan untuk melawan Covid-19 ini. Utamanya, memakai masker dan jaga jarak. Hal itu penting mengingat kegiatan perguruan sarat akan kerumunan. Walikota tunjuk bukti kegiatan keceran dan latihan. Ke depan, kegiatan wajib menerapkan jaga jarak dan memperhitungkan kapasitas ruang.

‘’Kita juga meluncurkan program Pendekar Waras yang kependekan dari Penegak Disiplin Korona Virus Warga Sehat. Penegak disiplin ini akan bertugas secara siluman untuk memantau tempat atau kegiatan tempat berkerumun masyarakat,’’ jelasnya.

Termasuk kegiatan di padepokan. Walikota menyebut tim siluman ini dibekali kamera untuk mengambil foto pelanggaran protokol kesehatan. Hasil jepretan bakal dilaporkan ke tiga pilar dan Satpol PP sebagai dasar penindakan. Mereka yang terbukti, kegiatan bakal ditutup hingga kondisi kembali normal nanti.

‘’Tidak hanya padepokan, tapi juga rumah makan, mall, dan tempat usaha lain. Tim intelejen ini terus bergerak secara diam-diam mengawasi tempat-tempat ramai ini,’’ ungkapnya.

Ketua PSHW Tunas Muda Madiun R Agus Wiyono Santoso menuturkan siap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Mulai pemakaian masker, jaga jarak, dan tempat cuci tangan. Terkait pelaksanaan kecer, pihaknya mengaku akan melihat kapasitas ruang.

‘’Kalau sudah diatur jarak dan masih belum cukup, peserta (kecer) yang belum dapat tempat akan diikutkan kegiatan selanjutnya. Prinsipnya kita siap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,’’ tegasnya.

Kapolres Madiun Kota AKBP R Bobby Aria mengatakan padepokan tangguh ini merupakan gagasan pertama di Jawa Timur. Kegiatan tentu tidak hanya di PSHW Tunas Muda Winongo. Namun, secara bertahap juga akan dilaksanakan di semua perguruan di Kota Madiun.

‘’Sementara ini yang pertama di Jawa Timur. Semua perguruan juga akan menyusul agar menghasilkan pendekar yang tangguh dan ampuh,’’ ungkapnya. (Diskominfo/Sadim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here