Terkait Kesalahfahaman Vonis PDP, RW 02 Mulyoasri Kembalikan Stempel Ke Kades Bogokidul

0
321
KEDIRI, SINARPOS.CO.ID- Kepala Desa Bogokidul, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Andik menerima Pengembalian Stempel RW 02 Dusun Mulyo Asri, Bogokidul terkait Protokol penanganan orang yang diduga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayahnya.
Memang penyebutan PDP memerlukan kehati-hatian, dan komunikasi yang persuasif oleh semua pihak, baik oleh Tim Gugus Penanganan Covid-19 maupun oleh pemerintahan desa.
Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi kesalahpaham dan untuk meminimalisir berbagai dampak sosial, ekonomi maupun psikis dipihak pasien, keluarga dan lingkungannya.
Tindakan reaktif dilakukan oleh Suprayitno, Selaku Ketua RW 02 Dusun Mulyo Asri, Desa Bogokidul, ia mengembalikan Stempel RW pada Jumat Siang (29/05) di Kantor Balai Desa Bogokidul, Kecamatan Plemahan.
Suprayitno terpaksa mengambil tindakan reaktif dengan mengembalikan Stempel selaku Ketua RW 02, karena ia merasa dalam penetapan dan penanganan salah satu warganya yang diduga PDP ini, tidak dilakukan secara persuasif, Suprayitno mengatakan, selama ini belum ada perhatian pada orang yang diduga PDP.
“Sebenarnya Rahel ini sudah lama mempunyai keluhan jantung lemah dan gangguan di pencernaan, dan pernah saya anjurkan agar berobat ke dokter spesialis saja. Namun akhirnya berobat ke rumah sakit dan itupun dianjurkan untuk rawat jalan. Kemudian perkembangan selanjutnya, dari desa ada informasi kalau Rahel masuk dalam kategori PDP, dan lingkungan diisolasi. Semenjak ditetapkan PDP belum pernah ada bantuan yang diterima oleh warga,” ungkapnya.
Adanya undangan melalui saluran WhatsApp, untuk RW dan RT agar hadir di balai desa, menerima penjelasan dari bidan desa tentang warga atas nama Rahel Riyanti yang sedang dirawat di rumah sakit masuk dalam kategori PDP, berawal dari hal inilah permasalahan mulai muncul.
Kepala Desa Bogo Kidul, Andik Setia saat ditanya tentang adanya informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada salah satu warganya yang dinyatakan PDP, ia mengatakan bahwa memang ada warga yang masuk dalam kategori PDP ringan.
“Warga bernama Rahel dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pelem, ia sakit jantung lemah dan pencernaannya. Saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan Swab, diperkirakan Minggu depan sudah ada hasilnya”, demikian ungkapnya.
Sementara Humas RSUD Pelem, Pare ketika didatangi, melalui salah satu stafnya membenarkan pasien Rahel sedang dirawat, dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Swab dari Surabaya.
Ketua Kongres Advokad Indonesia (KAI) Kediri Rachmad Ardianto, S.H. mengatakan munculnya permasalahan diduga PDP ini merupakan hal sensitif yang sangat berdampak pada kehidupan pasien, menurut Rachmad, Semua pihak yang menangani Wabah pandemi Covid-19 ini, agar bijak dalam bersikap dan mengambil tindakan, harus selalu mengedepankan pendekatan dan komunikasi yang baik.
“Sikap hati-hati perlu dilakukan, karena ketika seseorang ditetapkan sebagai PDP maka dampak sosial, ekonomi dan psikologis. Jangan sampai dengan alasan untuk antisipasi namun terlalu cepat men justice seseorang”, Ungkapnya.
Sebelum ada kejelasan hasil Rapid tes atau Swab lebih bijaklah didalam menerima dan menyebarkan informasi, agar tidak semakin menimbulkan permasalahan baru yang meresahkan di masyarakat (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here