Sidang Lanjutan Kades Tarokan : Tidak Ada Surat Yang Batal Ataupun Dirugikan Selama Supadi Jabat Kades

0
247

KEDIRI, SINARPOS.CO.ID Sidang lanjutan kembali digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, sidang kesembilan ini memasuki babak baru yaitu pemeriksaan Supadi Subiari Erlangga. Dengan menggunakan saluran video konference (vidcon), sidang yang dipimpin oleh Hakim Guntur Pambudi Wijaya, S.H. dengan Hakim anggota Fahmi Hari Nugroho, S.H. , dan Melina Nawang Wulan, S.H.,

Sementara Jaksa Penuntut Umum tetap Tommy Marwanto, S.H., dan Iskandar, S.H., sedangkan yang mendampingi Terdakwa sebagai Penasehat hukum adalah juga masih tetap Prayogo Laksono, S.H., SH., CLI., CLA., CTL., CRA, dan Eryk Andika Permana, S.H., pada Senin Siang, (18/05) berada di Ruang Utama Cakra PN Kab. Kediri.

Fakta dipersidangan semakin jelas terungkap, bahwa huruf SE dibelakang nama Supadi adalah bukan gelar akademik, melainkan sebuah singkatan (kepanjangan) nama dari Supadi Subiari Erlangga.

Hal ini sudah sesuai dengan telah diterbitkannya Surat Penetapan Tentang Perubahan Nama dari PN Kabupaten Kediri, dalam kesempatan ini Supadi menegaskan bahwa, “Huruf SE dibelakang nama adalah bukan gelar melainkan nama pemberian orang tua dan guru spiritual”, ungkapnya. Selain itu penggunaan nama dibelakang namanya yang disingkat SE, itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Hal tersebut tidak ada yang dirugikan secara materiil, karena sekali lagi terdakwa tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah seorang sarjana ekonomi pada siapapun.

Sebelum menutup sidang majelis hakim Guntur Pambudi, sempat menanyakan pada Supadi, ia menanyakan,”Apakah saudara Supadi mengenal pelapor, yaitu saudara Bambang Suhartono?”, ungkap

Guntur. Saat itu Supadi menjawab, kalau dirinya mengenal pelapor Bambang S. yang telah melaporkan dirinya. Kemudian Guntur menutup sidang, sambil mengumumkan bahwa sidang selanjutnya akan kembali digelar pekan depan pada hari Selasa, (26/5) dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.
Keterangan Penasehat Hukum Supadi,

Prayoga bersama rekan Eryk menyatakan pada Sinar Pos bahwa,”Keterangan dari Klien sudah sangat Jelas sekali bahwa SE, dibelakang nama Supadi adalah bukan sebuah gelar dan Supadi tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah sarjana ekonomi. Selain itu juga yang terpenting penulisan SE dibelakang nama Supadi, selama ia menjabat Kepala Desa Tarokan, tidak pernah ada surat yang dianggap batal ataupun hal ini tidak pernah ada yang merasa dirugikan”, demikian pungkas Yoga.

Sekedar diketahui, bahwa sebelumnya antara Terlapor Supadi dan Pelapor Bambang ini adalah bersahabat dan merupakan rekan bisnis. Namun mereka juga pernah menjadi rival dalam pilihan kepala desa (Pilkades) Desa Tarokan yang digelar pada Tahun 2019 silam. Dan melalui saluran WhatsApp, Yatirah (Isteri Supadi) menitipkan pesan secara singkat, ia menerangkan yang isinya bahwa,”Dalam hal penulisan agar supadi jangan dikaitkan dengan calon bupati, karena sudah tidak ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Kediri”, demikian paparnya (Leh/yok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here