KBRS Perjuangan : TIADA HARI TANPA SEMPROTAN DESINFEKTAN

0
249
SURABAYA, JUM’AT (24/04/2020) SINARPOS.CO.ID – Setelah seharian melakukan penyemprotan disinfektan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID 19), di daerah RW 02 Dukuh Kapasan kelurahan Sambikerep kecamatan Sambikerep.Yang kesiapan untuk melakukan kewajiban sosial yang memang sudah menjadi salah satu bidang acuan kerja organisasi.
Pergantian hari seakan memberi suntikan semangat untuk berbuat lebih baik, hari pelaksanaan penyemprotan di tandai dengan kesiapan dan persiapan Tim Anti CORONA dari KBRS Perjuangan.
Sambutan Widodo ketua RT 01 RW 02 Desa Jawuh, Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal dan beberapa warga menyambut kedatangan tim kecil penyemprotan dari KBRS Perjuangan pimpinan Cak Yanto Banteng.
Dalam kerumunan warga juga hadir Serda (TNI AD) Lutfi sebagai keamana kampung setempat, Klop sudah pelaksanaan hari ini bentuk kepedulian masyarakat sebagai sumbang sih pada bangsa walaupun dalam sekup kecil, Ada KBRS Perjuangan segabai lembaga yang sangat peduli pada masyarakat (Rakyat), ada pihak keamanan yang masih aktif di sebagai anggota TNI, karang taruna wadah generasi muda dan warga yang siap memberi arahan di mana penyemprotan di laksanakan.
Semakin menarik karena kampung yang sebagian wilayahnya terdiri dari hamparan tambak terdapat kolam pancing yang di kelolah oleh Komunitas Pancing Wani Perih yang di komandani cak Amin.
Cak Amin juga sebagai pengelola dan pemilik Kolam Pancing MITA sekaligus seorang tokoh Masyarakat kampung yang masih sangat menjunjung tinggi rasa Guyub.
Sikap masyarakat yang sekarang sudah mulai luntur di daerah Surabaya bagian tengah, dan cak Amin masih bisa mengajak masyarakat di daerahnya memegang sikap asli orang Surabaya tersebut.
Hasan Yanto selaku sekretaris KBRS Perjuangan seperti biasa bertindak sebagai penyemprot Desinfektan. Laki-laki yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengusaha kuliner tersebut adalah anggota organisasi paling aktif dalam pelaksanaan program Sosial Organisasi.
Selain Kasatpol PP Jawa Timur Drs. Budi santoso segabai pengarah di mana KBRS Perjuangan mendapatkan cairan utama Disinfektan. Hasan Yanto sebagai penunjang dana kegiatan bila ada permintaan masyarakat yang daerahnya butuh penyemprotan Desinfekta.
“Yang penting toko kimia masih buka, kapanpun masyarakat yang kampungnya minta di semprot kami KBRS Perjuangan siap laksanakan, jangan kuwatir ini murni dari dana kantong sendiri, kami tidak pernah minta bantuan dari pemkot untuk pengadaan obat Desinfektannya,” terang Hasan Yanto.
Hasan Yanto juga menjelaskan pada warga kalau kegiatan ini murni dari kantong sendiri dan bukan juga dari instansi ataupun dana dari Pemerintah.
“Ini Dana, dari kantong saya sendiri dan bukan dari Pemerintah,” jelasnya.
Belum selesai lakukan penyemprotan dan masih tersisa beberapa kampung yang masih belum di semprot, Adzan Azhar berkumandang dari Toa Masjid yang baru saja di semprot.
Panggilan ilahi tersebut menghentikan kegiatan untuk sementara waktu dan sebagian anggota melaksanakan ibadah.
Tambah Hasan Yanto, Desinfektan pada tabung yang selalu di gendongnya, tak terhitung sudah berapa kali tabung kuning hitam itu di isi ulang yang jelas cairan disinfektan dua jerigen masing-masing ukuran lima liter sudah tersisa seperempat wadah putih tersebut.
Kembali beraksi, kali ini cak Amin meminta pada Hasan Yanto agar di perbolehkan menyemprot rumah – rumah dikampungnya, setelah meminta pertimbangan kepada Cak Yanto Banteng sebagai ketua sekaligus penanggung jawab organisasi yang dalam setiap penyemprotan selalu mendampingi.
Setelah di putuskan bersama Efendy Reano sebagai penasehat dan pembina, maka dengan ikhlas di serahkan dengan pertimbangan cak Amin memang lebih ahli karena sudah sering melakukan penyemprotan di lahan tambaknya.
Sementara cak Amin bergerak bersama anggota komunitas pancingnya, tim beristirahat sambil ngobrol bersama beberapa warga dan Serka Lutfi pak tentara.
Sama seperti ketika ngobrol setelah penyemprotan dengan masyarakat di tempat lain, disini suasana pedesaan masih kental, ngobrol di teduhnya warung yang sekaligus tempat sekretariat komunitas pancing di Desa Jawuh, Kec. Pakal.
Sambil menunggu cak Amin menyelesaikan penyemprotan, Dalam obrolan di hentikan dengan Ning Amin (Istri cak Amin) memberikan dua bungkus plastik ukuran besar ikan segar.
“Sampean di pekso amplopan yo gak gelem.Yo tolong iki sampyan tompo.Nek sampyan gak gelem terus yo opo ? Wong iwak wis kadung di entas,” tutur Ning Amin.
Dua bungkus ikan BAWAL yang masing-masing berat kira-kira lima kilo gram tersebut sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat, terlebih komunitas pancing Wanih Perih yang ada di Kolam Pancing Mita, Desa Jawuh Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Surabaya.
Setelah selesai kegiatan penyemprotan Cak Yanto berpamit kepada warga RT 01 RW 02 Desa Jawuh, Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Surabaya.
“Terima kasih juga pada komunitas pancing Wanih Perih di kolam pancing Mita terutama untuk Cak Amin, terimakasih banyak atas pemberian ikannya,” pungkas Cak Yanto. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here