Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan di Apartemen Darmo Permai

0
689
SURABAYA, KAMIS (20/04/2020) SINAPOS.CO.ID – Kasus pembunuhan wanita cantik usai dikencani teman panggilan masih sering terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Motifnya pun beragam, mulai dari cara kencan tidak memuaskan hingga tarif kencan tidak sesuai dengan perjanjian awal.
Seperti yang dialami korban inisial IPS (36), wanita yang biasa berprofesi sebagai cewek panggilan atau open booking order (BO) yang dibunuh di Apartemen Puncak Permai lantai 8 Tower A Darmo Permai III Surabaya, pada Rabu (22/4/2020) siang.
Diketahui pelaku tak lain adalah teman panggilan korban yakni inisial AJ (20), warga Sampang, Madura, Jawa Timur. Ia diringkus Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya tak sampai 24 jam.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M. Hum., didampingi Kasat Reskrim Polrestabes AKBP. Sudamiran, S.H., M.H., mengatakan, keduanya diketahui saling mengenal melalui Amplikasi Mi Chat, kemudian korban menawarkan untuk Cek-in dengan tarif Rp. 500.000,- (lima ratus ribu) untuk 2x main.
“Pada saat main yang ke dua, korban menolak untuk main lagi dengan alasan capek sehingga pelaku membayar korban Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu), kata Sandi.
“Namun korban tetap juga meminta pada pelaku untuk membayar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu) dengan mengakatakan ‘nek gak duwe duwet ojok mesen, lek ngerti ngene koen gak tak terimo’ (kalau gak punya uang jangan mesan, kalau tau begini kamu gak saya terima),” sambungnya.
Lanjut Sandi, begitu tersulut emosi pelaku langsung mengambil pisau dapur milik korban yang ada diatas meja samping sofa.
“Kemudian pelaku membekap mulut korban dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya megang pisau kemudian pelaku langsung menggorok leher korban,” terang Sandi.
Masih kata Sandi, sempat ada perlawanan dari korban sehingga tangan kanan dan tangan kiri serta leher terdapat luka akibat goresan pisau yang di arahkan pelaku.
“Korban sempat teriak minta tolong dan pelaku menarik korban kelantai selanjutnya pelaku menggorok leher korban lagi di bagian kanan dan kiri sehingga korban meninggal dunia, pelaku langsung mengambil barang berharga milik korban kemudian pelaku kabur,” tandasnya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., menambahkan dari penangkapan pelaku kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat M -4598- HU milik pelaku sebagai sarana, Rekaman CCTV dan pakaian pelaku yang terdapat bercak Darah serta 2 (dua) buah Handphone Oppo F11 dan Readmi 4A.
“Guna mempertanggukan atas perbuatannya pelaku akan kami jerat dengan Pasal 338 KUHP Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau pasal 365 ayt (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Rosi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here