Gubernur Khofifah Menyapa dan Beri Hadiah Para Driver Ambulance Pengantar Jenazah Pasien Positif Covid-19

0
72
SURABAYA SINAR POS – 18 April 2020 – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyapa lewat video conference para pengemudi ambulance yang sehari-harinya berjibaku mengantar jenazah pasien positif covid-19 hingga ke pemakaman, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat(17/4) malam.
Tidak hanya menyapa, Gubernur Khofifah ini juga memberikan apresiasi kepada para driver yang melakukan vicon tersebut, berupa tali asih masing-masing Rp 1 juta. Menurutnya, ini adalah wujud rasa cinta kasih atas dedikasi luar biasa yang sudah mereka diberikan.
Dalam vicon tersebut, Gubernur Khofifah berbincang dengan para driver ambulance yang berasal dari RSUD Dr. Soetomo, RSU Haji, RSJ Menur, juga Dandim Nganjuk. Termasuk, dua orang driver ambulance yang distanbykan di Grahadi.
Dirinya menanyakan, mulai dari perasaannya saat mengantar jenazah pasien positif covid-19, hingga proses pemakaman, dan penerimaan warga sekitar. Dimana, mereka ada yang pernah mengantar jenazah ke Nganjuk, Bangkalan, maupun di Putat Surabaya.
“Mereka ini yang sehari-harinya berjibaku dalam penugasan mengantarkan jenazah ke pemulasaraan. Di sini ada pengendara ambulance dari RS Haji, RSJ Menur, RSUD Dr Soetomo dan juga yang hadir di sini langsung driver ambulance yang sehari-hari standy di Grahadi. Silahkan jenengan menceritakan pengalaman selama mengantarkan jenazah dan pesan apa yang ingin jenengan semua sampaikan pada masyarakat di tengah pandemi ini,” ucap Gubernur Khofifah.
“Awalnya saat mengantar jenazah deg-deg an, was-was, kami sempat khawatir ada penolakan dari masyarakat setempat. Tapi Alhamdulilah dalam proses pemakaman para jenazah pasien covid-19 ini bisa diterima oleh masyarakat. Bahkan, kami juga sudah berkoordinasi dengan kapolsek dan koramil, sehingga prosesnya berjalan lancar,” terang Tri Prasetya, driver RSJ Menur yang pernah mengantar jenazah pasien positif covid-19 ke Nganjuk.
Selain itu, semua driver ambulance tersebut mengaku bahwa selama bertugas mengantar jenazah pasien covid-19 tersebut mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan lengkap. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan diri mereka selama bertugas.
“Kami memang sempat khawatir saat mengantarkan jenazah. Tapi karena menggunakan APD lengkap Ibu selama bertugas, kami merasa cukup aman dan yakin tidak akan ada transmisi atau penularan saat proses pemulasaraan,” ucap Nizam, salah satu driver ambulance yang standby di Grahadi.
Terkait pemakaian APD lengkap ini, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa ini memang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan diri. Menurutnya, dengan memakai APD tentunya para driver akan merasa lebih tenang selama bertugas.
“Inilah yang harus terus kita lakukan, dimana proses sosialisasinya berlangsung baik. Sehingga, tidak ada kendala saat proses pemulasaraan jenazah covid-19. Ini contoh yang baik karena menunjukkan bahwa masyarakat Jatim bisa menerima saat ada pemakaman jenazah covid-19 di wilayahnya,” pungkas Gubernur Khofifah.
Sementara itu, per hari Jumat (17/4) di Jawa Timur terdapat sebanyak 522 kasus positif covid-19, atau bertambah 8 kasus. Dengan rincian 4 kasus di Kota Surabaya, 1 kasus di Kab. Sidoarjo, 1 kasus di Kab. Malang, 1 kasus di Kab. Lamongan, dan 1 kasus di Kab. Bangkalan.
Sedangkan, untuk kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi sebanyak 1.826, serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 15.942.
Dari total kasus positif Covid-19 di Jatim, sudah ada sebanyak 95 orang pasien yang dinyatakan sembuh atau setara dengan 18,20 persen. Sedangkan untuk kasus positif yang meninggal dunia di Jawa Timur ada sebanyak 48 orang atau setara dengan 9,20 persen. (Nwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here