Kasek SMPN 2 Nguling Berharap Siswa Tetap Semangat Belajar Di Tengah Status Bencana Nasional

0
106

Pasuruan, Sinar Pos

Ditengah merebaknya Virus Covid-19 di tanah air Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah lebih dari satu bulan terpaksa diliburkan,baik Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah,lewat Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menerapkan kebijakan semua siswa mulai dari tingkat Play group, kelompok bermain (KB), Paud/TK, SD/SDI, SMP, dan SMA melaksanakan proses pembelajaran di rumah.

Menyikapi kondisi tersebut, Kasek SMPN 2 Nguling Kuswanto Setyo Budi S.Pd mengaku prihatin namun tetap memberikan motivasi kepada para siswa agar jangan patah semangat untuk terus belajar dalam kondisi adapun.

“Kami berharap anak didik tetap giat dan semangat belajar di tengah pandemi virus Corona, doakan semoga musibah ini semoga cepat berlalu,” ujarnya.

Kuswanto mengatakan, kebijakan belajar di rumah tentu saja berimplikasi terhadap iklim belajar, termasuk motivasi, suasana, dan persaingan belajar berubah. Anak yang pada awalnya saling bersaing secara sehat, saling memotivasi, dalam suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Namun kini mereka harus belajar sendiri di rumah dengan dipandu guru dari sekolah melalui metode digital.

Dikatakan, dalam kondisi seperti ini justru peran orang tua sangat penting karena anak-anak lebih banyak belajar dirumah dengan mengunakan metode sistem online atau dalam jaringan (daring), sehingga memudahkan orang tua memantau kegiatan mereka.

“Orang tua bisa menjelaskan kepada mereka terkait situasi yang terjadi saat ini. Misalnya tentang social distancing, physical distancing, dan himbauan tidak keluar rumah. Namun mereka harus tetap belajar dengan metode daring,” tuturnya.

Ia menyampaikan, perlu dibangun konektivitas dan kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Tujuannya agar proses pembelajaran di rumah dapat berjalan maksimal dan berkualitas.

“Terciptanya kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua dalam proses pembelajaran, maka diharapkan akan menghasilkan proses pembelajarah yang berkualitas.

Menurut Kuswanto, orang tua dalam kondisi saat ini mempunyai peran ganda, selain menjadi pembimbing juga motivator bagi anak-anak terutama yang tengah menghadapi ujian akhir. Karena jika tidak di dampingi maka mereka akan gampang jatuh mentalnya dalam menghadapi masa sulit saat ini.

“Ketika anak belajar mengerjakan tugas di rumah, bantulah mereka, jika tidak mengerti materi pembelajaran jangan sungkan untuk bertanya pada guru atau mencari sumber yang tepat untuk menjelaskan materi itu,” pintanya.

“Mudah-mudahan wabah virus Corona ini segera hilang dari bumi yang kita cintai ini. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sebagaimana semestinya,” tutupnya.(Md)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here