Inovasi Pendidikan Sebagai Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Kabupaten Blitar

0
541

Blitar, Sinar Pos

Dampak mewabahnya virus Corona kini telah dirasakan Oleh Dunia Pendidikan di Kabupaten Blitar. Untuk menekan penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan memutuskan agar siswa – siswi belajar dari rumah. Tak hanya itu Pemerintah telah menetapkan pembatalan Ujian Nasional 2020 akibat pandemi corona atau Covid – 19. Kebijakan tersebut diharapkan bisa mengurangi mobilitas pelajar , sehingga dapat menekan penyebaran virus corona.

Dalam prakteknya , proses belajar mengajar di rumah , siswa dan guru dibantu dengan aplikasi belajar online. Langkah tersebut dinilai sangat ampuh dalam memutus rantai penyebaran virus corona . Namun tak sedikit orang tua dan siswa yang kerepotan dengan kegiatan ini, sehingga diperlukan kiat khusus.

Rahadian M.Nur Akhsan, S.Pd, M.AP Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengatakan hasil rapat koordinasi antara Bupati Blitar dengan seluruh Kepala OPD dan Camat tanggal 2 April 2020 perihal Kabupaten Blitar yang masih menerapkan sosial distancing dan physical distancing maka Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memutuskan untuk memperpanjang masa belajar dari rumah sampai dengan tanggal 21 April 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai keadaan penyebaran virus corona. Untuk pembelajaranya di laksanakan di rumah melalui pembelajaran daring / jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Rahadian mengatakan belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid – 19. Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing – masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses / fasilitas belajar di rumah siswa. Menurutnya tugas yang diberikan siswa harus di pastikan tidak memberatkan dan membuat nyaman siswa. Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah diberi unpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa di haruskan memberi skor / nilai kuantitatif. Mereka diharapkam memantau secara periodik keberadaan siswa agar tidak keluar kota.

Sedangkan dana bantuan operasional sekolah atau bantuan dapat digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid – 19 seperti menyediakan alat kebersihan , hand sanitizer, disinfectant dan masker bagi warga sekolah termasuk untuk membiayai pembelajaran daring / jarak jauh.

Dinas Pendidikan segera akan menerbitkan petunjuk tehnik proses belajar dari rumah , kenaikan kelas dan kelulusan serta penerimaan peserta didik baru ( PPDB ). Satuan pendidikan tetap memantau dengan melaksanakan komonikasi secara intensif dengan warga sekolah, orang tua dan siswa untuk tetap di rumah serta tidak keluar kota. Komonikasi dapat di lakukan melalui media sosial antara wali kelas dengan paguyupan orang tua siswa.

Rahadian menjelaskan para pengawas, penilik, Kepala Sekolah , Guru tidak libur tetap melakukan monitor para siswa yang melaksanakan kegiatan belajar di rumah sebagaimana tugas yang sudah diberikan dari sekolah. Seluruh guru / pengajar agar memyiapkan materi pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar melalui metode dalam jaringan ( online ) . Seluruh satuan pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit atau Pukesmas setempat , untuk memastikan ketersediaan sarana prasarana serta tindak lanjut dalam menghadapi Corona Virus Disease ( Covid – 19 ). Satuan pendidikan melaksanakan protokol kesehatan yang di anjurkan terutama ketersediaan sarana untuk Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS ) alat pembersih sekali pakai ( tissue ) atau hand sanitizer di berbagai lokasi srategis di masing – masing lembaga sekolah , berkomonikasi secara intensif dengan orang tua / wali peserta didik agar turut serta decara aktif mengantisipasi berbagai penyebaran Corona Virus Disease ( Covid – 19 ) di rumah dan lingkungannya melalui SOP yang sudah ditetapkan lembaga terkait. ” Atas perhatian dan kerja samanya semua pihak , kami ucapkan terima kasih, ” Ungkapnya.

Sementara itu Drs. Budi Kusumarjoko, M.Pd , Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, ketika ditemui wartawan Sinar Pos di ruang kerjanya, Senin (13/03) mengatakan perpanjangan masa belajar di rumah itu karena melihat situasi dan kondisi saat ini belum memungkinkan dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Pihaknya meminta semua guru agar tidak membebani siswa terkait penuntasan kurikulum. Ia berharap para guru cukup memantau dan membuat kegiatan yang menyenangkan siswa.

Budi Kusumarjoko menghimbau kepada para siswa untuk tetap belajar di rumah dan tidak keluar rumah kecuali ada hal sangat penting. Himbauan tersebut bertujuan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid – 19. Ia berharap peran orang tua di rumah untuk mengawasi dan mendampingi anaknya untuk belajar di rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berharap berbagai inovasi pendidikan harus di lakukan oleh pendidik ditengah fenomena pandemi corona dengan memastikan kegiatan belajar – mengajar tetap berjalan efektif, meskipun dilakukan di rumah. Inovasi pembelajaran merupakan solusi yang perlu di desain dan di laksanakan oleh guru dengan memaksimalkan media yang ada seperti media daring ( Online ) . Pihaknya akan terus memberikan informasi lebih lanjut terkait perkembangan kebijakan pembelajaran. “Kami berharap wabah virus corona segera berakhir. Sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa di lanjutkan kembali,” Jelasnya.( Har/advss).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here